Staf Pemkot akan Dirampingkan

Staf Pemkot akan Dirampingkan

  Minggu, 24 April 2016 10:36
PENANDATANGANAN: Wali Kota Pontianak Sutarmidji saat menandatangani kerja sama pengelolaan situs pontianak.go.id didampingi Wakil Wali Kota Edi Kamtono sebagai pembina komunitas TI Pontianak Digital Stream, Sabtu (23/4). MIFTAHUL KHAIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Rangkul Pegiat TI Menuju Smart City

PONTIANAK – Dengan kemajuan teknologi saat ini, wali Kota (Wako) Pontianak, Sutarmidji, berencana merampingkan staf dan jajarannya. Diprediksi dia, hanya 20 – 25 persen saja staf lama, sementara sisanya, dipastikan dia, adalah pegiat teknologi informasi (TI).

“Mereka (para pegiat TI, Red) adalah anak muda yang dapat membuat Kota Pontianak lebih maju. Penggiat TI ini akan membantu mengelola dengan perjanjian-perjanjian tertentu. Sehingga bantuan dari penggiat TI tetap dibatasi,” ujar Midji, sapaan karibnya dalam launching Pontianak Digital Stream, kemarin. 

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sedang berupaya menyempurnakan program smart city. Mereka pun mencoba berkolaborasi dengan talenta lokal, demi mewujudkan Kota Pontianak yang semakin maju. Wako Sutarmidji menegaskan bahwa anak-anak muda pegiat TI ini nantinya akan membantu Pemkot mempercepat misi mereka, menuju Pontianak Smart City. Smart city ini, dijelaskan dia, dibangun untuk meningkatkan kecepatan mendapatkan informasi yang ada di Kota Pontianak, bahkan transparansi dana melalui TI.

Semua informasi mengenai APBD maupun komplain tentang pelayanan, dipastikan dia, akan bisa langsung disampaikan warga. Bahkan, Wako sampai membangun ruangan TI di sebelah ruang kerjanya. Diharapkan dia, dari ruangan tersebut, dia bisa melihat dan mengontrol kondisi kota saat itu juga. “Seandainya perlu, saya tinggal masuk ke ruangan itu. Bisa saya balas langsung keluhan dari masyarakat itu,” katanya.

Menurut Midji, akan ada banyak kerja sama yang dilakukan Pemkot dengan para pegiat TI ini. Dimisalkan dia, seperti yang tergabung dalam Pontianak Digital Stream, yang baru di-launching olehnya bersama wakil Wali Kota, Edi Kamtono, kemarin. 

Dia yakin, percepatan menuju smart city ini tidak susah. Selama ini, diungkapkan Midji, bagaimana mereka pun sudah mengarah ke sana melalui media cetak dan media elektronik. Hanya, menurut dia, perlu diperkuat dan dilengkapi lagi dengan satu jaringan internet yang baik. “Bahkan sekarang pelayanan di kelurahan semakin cepat, tidak membutuhkan banyak tenaga kerja,” kata dia.

Startup digital lainnya, menurut dia, dapat memanfaatkan Pontianak Digital Stream ini menjadi suatu ruang untuk mendatangkan nilai ekonomi. Apa-apa saja yang bisa dibuat oleh perusahaan startup tadi, namun, dia menambahkan, ide-idenya harus semakin dikembangkan, sehingga ke depannya jelas seperti apa. “Mungkin nanti semua bidang bisa mereka angkat untuk dipromosikan dan dikenalkan,” ucapnya.

Divisi Infrastruktur Pontianak Digital Stream, Deddy Febriyadi, menjelaskan, program Pontianak menuju smart city sangat didukung oleh para pegiat TI di Pontianak. Program tersebut diharapkan dia, dapat menjadi solusi dan mampu memberikan dampak positif bagi Kota Pontianak dan masyarakat yang ada di dalamnya.

Partisipasi talenta lokal dalam mencapai smart city dari segala bidang, khususnya bidang TI, diakui dia, dapat lebih efektif. Sebagai sebagai bukti nyata cinta kampung halaman, dipastikan dia para talenta lokal lebih mengenali kebutuhan dan kebiasaan kota di mana dia tinggal. Diharapkan dia, akan ada keberlanjutan pembangunan yang lebih baik dan dapat mengembangkan sumber daya manusia lokal. “Dan tentunya memiliki cita rasa lokal,” ucapnya saat menyampaikan sambutan dalam launching, kemarin. 

Harry Saputra, diretur PDS, mengungkapkan mengenai keinginannya membawa Kota Pontianak menuju smart city yang memang sudah mulai digerakkan oleh Pemkot. Keinginan itu, dikatakan dia, dapat berupa jasa konsultasi dari para mentor PDS kepada perangkat kepemerintahan.

Dari sisi peningkatan UMKM sendiri, dia berjanji akan memilah-milah UMKM yang akan dikembangkan nantinya. Karena, menurut dia, tentu saja harus menyesuaikan dengan kondisi di Kota Pontianak itu sendiri. “Bagaimana nanti UMKM yang ingin penetrasi ke dunia TI berupa promosi atau membawa dunia bisnisnya ke dunia TI akan dibantu melalui berbagai mentoring kepada mereka yang betul-betul awam.” (mif)

Berita Terkait