Staf KSOP Tewas Ngapung

Staf KSOP Tewas Ngapung

  Selasa, 16 Agustus 2016 09:30
VISUM : Jasad Turlis Taat sesaat setalah dilakukan visum di rumah sakit. Kematian korban masih diselidiki oleh polisi. AFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG - Sempat menghilang sejak Minggu (14/8) malam, Turlis Taat ditemukan sudah tidak bernyawa. Petugas Kantor Kesahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Wilayah V Ketapang ini ditemukan mengapung di anak Sungai Pawan di Desa Baru Kecamatan Benua Kayong pada Senin (15/8) siang oleh seorang warga yang hendak mencari udang.

Dari tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Dari hasil visum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Agoesdjam Ketapang, ditemukan luka lecet di bagian pelipis dan kening korban. Kematian staf di KSOP ini masih diselidiki oleh polisi.

Kapolres Ketapang AKBP Sunario melalui Kanit PPA Polres Ketapang, Aiptu Nasran, mengatakan, sebelum ditemukan tewas, korban dinyatakan menghilang oleh keluarga. "Keterangan dari keluarga, korban tidak pulang kerumah sejak Minggu (14/8) malam. Pamitnya membeli nasi goreng," kata Nasran, kemarin (15/8).

Ketika hendak membeli nasi goreng, korban menolak untuk diantar menggunakan sepeda motor. Korban yang tinggal di Kelurahan Kauman ink lebih memilih berjalan kaki. Karena tidak kunjung pulang hingga larut malam, keluarga mencarinya. "Ada warga yang hendak mencari udang menemukan sesosok mayat, saat anggota cek kelokasi memang benar itu pak H Turlis," jelasnya.

Unruk keperluan visum, mayat langsung dibawa ke rumah sakit. "Terlihat adanya luka lecet kecil dibagian kening korban serta dibagian pelipis mata korban. Selain visum, juga dilakukan rontgen di bagian dalam korban dan hasilnya normal tidak ada hal yang mencurigakan. Untuk penyebab pastinya masih akan diselidiki," ungkap Nasran.

Pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Termasuk meminta keterangan dari pihak keluarga. "Informasi dari pihak keluarga korban baru pulang dari Jawa pada Sabtu (13/8). Korban juga memang mengeluh sakit. Selain itu, akhir-akhir ini korban juga seringngeblank pikirannya karena sakit itu," ucapnya.
Ketua RT 14 Desa Kauman, Yusman, mengatakan, sebelum ditemukan meninggal, ia sempat melihat korban sedang memasang umbul-umbul dan bendera di kediamannya sehari sebelum menghilang. "Saya sempat ngobrol dan menanyakan ada urusan apa ke Jawa. Dia bilang katanya berobat karena sakit asam lambung," katanya.

Namun pada Minggu (14/8) malam, ia mengetahui jika korban sudah menghilang dan dicari oleh warga. Ia bersama warga kemudian mencari korban namun korban tak kunjung ditemui. "Katanya almahum pergi jalan kaki mau beli nasi goreng. Memang ada yang jual nasi goreng tidak jauh dari kediaman korban," jelasnya.

Pada Senin siang, korban ditemukan oleh seorang warga yang hendak mencari udang di Sungai Pawan. "Kami sangat terkejut atas peristiwa ini. Semoga almarhum ditempatkan di sisi-Nya," pungkas Yusman. (afi)

Berita Terkait