Sri Syabanita Elida Raih Doktor

Sri Syabanita Elida Raih Doktor

  Jumat, 8 April 2016 16:14
BERSAMA: Dr. Sri Syabanita Elida, SE, MM (tengah) foto bersama keluarga usai ujian promosi doktor ilmu manajemen pemasaran di Undip Semarang. FOTO IST FOTO

DOSEN Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) berhasil meraih gelar Doktor. Dr Sri Syabanita Elida, SE, MM menerima gelar tersebut dengan predikat sangat memuaskan dari Program Doktor Ilmu Ekonomi konsentrasi Ilmu Manajemen Universitas Diponegoro Semarang.

Wanita kelahiran Pontianak, 4 Agustus 1976 ini, sebelumnya meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) di Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura tahun 1998. Putri pasangan Anwar Saleh, SH (Alm) dan Nurdjanah, AS, SH, MH ini, kemudian melanjutkan studi S2 dan meraih gelar Magister Manajemen (MM) dari Universitas Tanjungpura tahun 2003. Pada 2011-2016, ia mengikuti pendidikan Program Doktor Ilmu Ekonomi di Undip.

Istri dari Dr. Muhsin, SE, MSi, Ak, CA (dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Untan) ini menjalani sidang disertasi doktoral pada 17 Maret 2016, pukul 09.00 di Gedung A Pasca Sarjana Undip, Semarang, Jawa Tengah. Ia mengambil judul disertasi yang cukup unik, yaitu ‘Membangun Impresi Atribut Aura Etnik untuk Meningkatkan Minat Beli Merek Asing Bernuansa Etnik (Studi Empiris pada Pengusaha Indonesia yang Tergabung dalam Asosiasi Pengusaha di Jawa Tengah)”.

Disertasi tersebut diselesaikannya dengan bimbingan dari Prof. Dr. Augusty Tae Ferdinand, MBA sebagai Promotor dan Dr. Susilo Toto Raharjo, MT sebagai Co-promotor. Dr. Suharnomo, SE, MSi, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip menjadi ketua dewan penguji ujian promosi doktor bagi Sri Syabanita Elida. Prof. Drs. Waridin, MS, PhD (Sekretaris Program Doktor Ilmu Ekonomi Undip) menjadi sekretaris dewan penguji. Sedangkan para anggota dewan penguji diantaranya: Wahyuningsih, SE, MSc, PhD (penguji eksternal), Dr. Syuhada Sufian MSIE, Dr. Harry Soesanto, MKes, serta Promotor dan Co-promotornya.

Disertasi ibunda dari Zawata Afnan Tahsin ini memperkenalkan impresi atribut aura etnik sebagai variabel baru yang menjembatani hubungan antara etnosentrisme konsumen dan minat beli merek asing bernuansa etnik. Populasi dalam penelitian ini adalah pengusaha Indonesia yang tergabung dalam asosiasi pengusaha di Jawa Tengah, contohnya: Kadin, Hipmi, Hippi, Iwapi, APBMI, Apindo, APPMI, APPSI, Himpuh, INSA, Perbarindo, dan PHRI; yang secara aktif menggerakkan perekonomian regional. Alasan pemilihan populasi karena mereka cenderung sering bepergian ke luar kota menjalankan bisnisnya.

Hasil disertasi Dr. Sri Syabanita Elida, SE, MM terkait impresi atribut aura etnik dengan setting penelitian hotel merek asing bernuansa etnik dapat memberikan manfaat bagi sektor pariwisata di Indonesia pada umumnya dan di Jawa Tengah serta Kalimantan Barat pada khususnya. Implikasi manajerial penelitian ini, hotel merek asing di Indonesia harus memasukkan fitur-fitur lokal dalam memasarkan mereknya di Indonesia. Impresi atribut aura etnik menjadi referensi bagi pemasar internasional ketika akan berekspansi ke luar negeri. Pemerintah dapat memanfaatkannya dalam pembuatan regulasi terkait pemasaran hotel merek asing di Indonesia. (d1/ser)