Spielberg Angkat Hubungan Ortu dan Anak

Spielberg Angkat Hubungan Ortu dan Anak

  Kamis, 29 Oktober 2015 09:11
FAMILY MAN: Dalam mengemban misinya membela seorang mata-mata Uni Soviet, Donovan juga harus melindungi keluarganya dari teror dan kecaman media massa.

Berita Terkait

BAGI Steven Spielberg, tidak ada hubungan yang lebih penting dari anak dan orang tua, khususnya ayah serta anak laki-laki. Hubungan tersebut menjadi core dari hampir semua film garapan sutradara kelahiran 1946 itu. Tidak terkecuali pada Bridge of Spies. Saat menjelaskan alasan dirinya memihak mata mata Uni Soviet kepada anaknya, Donovan (Tom Hanks) juga mengungkapkannya kepada penonton yang mungkin merasa skeptical atas keputusannya.

Hubungan Spielberg dan penonton bisa digambarkan seperti jurang di antara orang tua dan anak-anaknya. Pada awal karirnya, Spielberg cenderung mengangkat cerita dari sudut pandang anak-anak yang penuh kekaguman, kegembiraan, dan rasa takut terhadap hal baru. Misalnya, pada Jaws (1975) dan franchise Indiana Jones (1981–2008). Namun, seiring waktu, Spielberg merubah perspektifnya menjadi orang tua yang protektif dan takut melihat anaknya disakiti seperti pada Bridge of Spies.

Dalam film tersebut, sang pemeran utama tidak hanya menjadi sosok ayah bagi anaknya, namun juga untuk karakter-karakter lain. Mulai seorang pengacara muda penuh antusias yang menemaninya hingga dua pria muda yang dia bebaskan. Karakternya mengajak penonton untuk lebih aware akan keamanan dunia untuk generasi masa depan. He’s not an everyman, he’s an everydad.Berkat skrip dan naskah yang digarap Matt Charman serta Coen bersaudara, Bridge of Spies tidak terlalu sentimental jika dibandingkan dengan film-film Spielberg sebelumnya. Namun, yang membuat fi lm itu terasa sangat remarkable adalah cara Spielberg menangani visual dan aksi. Jika hanya dilihat dari teknik, Spielberg mungkin merupakan sinemator terbaik saat ini. (*/det)

 
 

Berita Terkait