Spicy Food Khas Indonesia Timur

Spicy Food Khas Indonesia Timur

  Kamis, 20 Oktober 2016 09:30
Ayam Paniki

Berita Terkait

Menu khas Indonesia Timur memiliki cita rasa khas di lidah karena kaya dengan bumbu-bumbu lokal. Bahan dasar yang sering digunakan adalah ikan. Ada juga berbahan dasar daging, meski tak banyak. Cita rasanya pun tak kalah lezat dari rendang atau soto. 

SPICY. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan cita rasa menu Indonesia Timur. Sebab, merica, jahe, serai, dan cabai rawit hampir selalu dapat ditemukan dalam sepiring hidangan ala Maluku, Manado, Palu, dan Kupang. Bisa sebagai bumbu maupun garnish yang bisa dimakan

Achmad Zainudin, executive chef Hotel Garden Palace Surabaya, memberikan referensi menu berbahan ayam dan daging sapi.  Menurut Zain, panggilan akrabnya, ayam dan daging sapi pada menu Indonesia Timur jarang dimasak dengan cara digoreng atau ditumis. 

“Kebanyakan dibakar, dimasak dengan kuah, atau dimasak dengan santan,’’ ujarnya.

Sebelum dimasak, daging sering dimarinade alias diolesi atau direndam dengan bumbu halus. Tujuannya, bumbu lebih meresap. Bumbu yang digunakan harus berkualitas bagus. Menu Indonesia

Timur memerlukan bumbu yang belum lama disimpan alias fresh. Untuk memunculkan aroma dan cita rasa, bumbu seperti serai, jahe, atau kunyit harus dibakar atau disangrai lebih dulu. Selain bumbu, ciri lain dari hidangan di sana adalah kaya herba atau dedaunan. Misalnya, kemangi dan daun jeruk.

Jika disantap langsung di daerah asalnya, jangan kaget bahwa rasa makanan benar-benar kuat dan pedas. Sebab, masyarakat di sana tergolong “’berani bumbu’’ saat mengolah ataupun menghidangkan masakan.

Sup Kaledo pun menjadi pilihan menu favorit di Indonesia Timur. Sup ini merupakan makanan ala palu, Sulawesi selatan. Selain daging tanpa tulang, isian sup bisa berupa kaki sapi yang terdiri atas tulang dan daging. Pada sup yang disajikan bersama tulang, bagian sumsum juga bisa dinikmati.  Untuk hasil yang lebih lezat, gunakan asam jawa yang masih muda.

Cara memasaknya, daging direbus hingga setengah matang, lalu diangkat. Kemudian dipotong menjadi bentuk dadu dan masukkan lagi ke dalam rebusan tulang.  Masukkan cabai rawit, asam jawa, dan penyedap rasa. Aduk hingga sup matang.  Sajikan bersama taburan bawang goreng.

Masakan berbahan dasar daging sapi yang juga digemari adalah Daging Tuturuga. Makanan khas Manado, Sulawesi Utara ini awalnya berbahan dasar penyu. Ini sesuai namanya tuturaga yang berarti penyu. Dulu, sebelum perburuan penyu untuk konsumsi dilarang, masakan ini memang berbahan dasar daging penyu. Kini, daging penyu diganti dengan daging sapi atau ayam dengan bumbu yang sama.  Selain di Manado, daging tuturuga populer di Ambon, Papua, dan Palu.

Cara memasaknya, tumis bumbu hingga harum. Masukkan daun jeruk dan tumis hingga aromanya tercium. Masukkan daging sapi. Masak hingga setengah matang.  Tambahkan air dan santan, kemudian aduk hingga rata. Masukkan kentang dan kemangi. Masak hingga daging dan kentang matang.  Hidangkan selagi panas bersama nasi putih hangat.

Selain daging sapi, juga ada masakan berbahan dasar daging ayam. Menu yang cukup populer adalah Ayam Paniki. Masakan ini merupakan hidangan khas Ternate, Maluku Utara.  Ayam paniki ala Manado umumnya disajikan dengan kuah yang banyak. Untuk memasak menu ini, seluruh bumbu dihaluskan hingga berbentuk pasta. Kemudian, lumuri ayam dengan garam, merica bubuk, dan air jeruk nipis. Diamkan sebentar.  Ambil setengah bagian bumbu halus dan tumis hingga harum.

Masukkan ayam dan aduk rata.  Tambahkan daun jeruk dan santan. Masak hingga ayam setengah matang.  Angkat ayam dari panci, lalu panggang di atas api sedang. Oles ayam dengan sisa bumbu halus dan masak hingga matang. (len/c14/na)

Ayam Lawar


Untuk salad, pilihannya adalah ayam lawar. Salad ala Kupang itu terdiri atas potongan daging ayam rebus yang disajikan bersama irisan cabai, bawang, dan tomat segar. Cara membuatnya, rebus ayam hingga matang dan empuk.  Suwir ayam hingga menjadi potongan kecil.  Campur ayam dengan semua bahan. Aduk rata hingga tercampur.

Es Kacang Merah


Es Kacang Merah bisa sebagai penetral rasa pedas dari menu masakan yang ada. Es ini khas Madano. Selain santan, es kacang merah juga menggunakan susu sebagai kuah. Rasa manis gula dan susu cukup ampuh untuk menghilangkan pedas dari makanan sebelumnya. (len/c14/na)

Berita Terkait