Spesialis Pembobol Sekolah Dibekuk

Spesialis Pembobol Sekolah Dibekuk

  Selasa, 19 April 2016 11:10
PEMBOBOL SEKOLAH: Wakapolres Kapuas Hulu Kompol Dedi Setiawan dan Kasatreskrim Iptu Charles BN Karimar saat menghadirkan para pelaku spesialis pembobol sekolah di hadapan pers, kemarin, di Mapolres. (inset) Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

PUTUSSIBAU – Baru-baru ini Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu mengungkap sindikat spesialis pembobol sekolah. Tiga pelaku berhasil diringkus setelah membongkar kantor dan ruangan guru SMAN 2 Putussibau, Kelurahan Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan, Kamis (14/4) lalu.

Ketika pelaku tersebut yakni As (21), Fr (18), dan Ai (17). Mereka kini telah diamankan di Mapolres Kapuas Hulu. Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Kompol Dedi Setiawan menjelaskan jika peristiwa pembobolan SMAN 2 Putussibau terjadi pada 4 Maret lalu, sekira pukul 06.00 WIB. Kala itu, diceritakan dia, Rodiah, salah satu guru yang mengajar di sekolah tersebut, mendapati ruangan guru dan pintu ruang kepala sekolah dalam keadaan rusak. Demikian juga dengan lemari, menurut Wakapolres, didapatinya dalam keadaan terbuka, berikut dengan ruang tata usaha yang sudah terbongkar.
“Saat itu saksi tidak berani menyentuhnya dan langsung menghubungi kepala sekolah dan setelah kepala sekolah datang kemudian mengecek barang-barang di situ, ternyata sudah hilang semuanya,” jelasnya. Selanjutnya, dia menambahkan, atas perintah kepala sekolah, Rodiah selaku saksi diminta untuk melapor ke Polsek Putussibau Selatan.
Berdasarkan koordinasi antara Polsek bersama Polres, Wakapolres mengungkapkan bahwa mereka kemudian melakukan pengembangan. Pada 14 April, mereka berhasil melacak keberadaan pelaku dan meringkusnya. Masing-masing tersangka yakni As (21), Ai (17), dan Fr (18). Selain ketiga tersangka, Wakapolres mengungkapkan mengenai satu nama lagi yang diduga sebagai penadah yakni Fa. Menariknya, Wakapolres memastikan jika As merupakan pelaku yang sudah beberapa kali melakukan tindak pidana atau resedivis. “Kemudian ada satu lagi yang masih DPO, atas nama Mansur, alamatnya Kecamatan Mentebah,” tutur Wakapolres.
Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan dari tersangka Ai di Kecamatan Mentebah, di antaranya, disebutkan Wakapolres berupa tiga unit LCD proyektor merk Epson, satu unit LCD merk Infokus, kemudian dua handphone (HP) merk Xiami dan HP Blackberry, serta satu unit kamera digital puji film. Namun BB berupa handphone yang dicuri pelaku, menurut dia, total sebanyak 19 buah. “Yang kami temukan empat buah sisanya sudah mereka jual,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Iptu Charles BN Karimar, kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kapuas Hulu, memastikan ketiga pelaku dikenakan 363 KUHP, dengan ancaman pidana 7 tahun penjara. Mereka juga dijerat dengan dakwaan pertolongan jahat pasal 480 KUHP dengan pidana penjara 4 tahun. “Penangkapan tersangka di wilayah Kecamatan Putussibau Selatan, BB dikembangkan diambil dari Mentebah. Tersangka utamanya pencurian adalah As dan Ai,” terangnya.
Untuk Fa sebagai penadah, menurut dia, akan dikenakan pasal 480 KUHP.
Waris, salah seorang saksi mata yang memegang kunci sekolah, mengaku dirinya kali pertama melihat kunci ruangan TU dan ruang kepala sekolah sudah dirusak oleh para pelaku.
“Saya di telepon Ibu Rodiah pada malamnya, besok paginya saya cek memang benar, semua slot kunci pada rusak,” ujarnya. Waris menduga pencurian di SMAN 2 tersebut memang sudah direncanakan oleh para pelaku. Bahkan pelaku, menurut dia, mengetahui waktu lengang ketika penjaga sekolah tidak memantau di sekitar sekolah. “Saat kejadian, sekitar jam 02.00 WIB subuh masih ada periksaan,” paparnya.(aan)