Spesialis Kantor Kelurahan Diringkus

Spesialis Kantor Kelurahan Diringkus

  Selasa, 16 February 2016 11:46

SINGKAWANG- Pelaku pencuriaan barang-barang elektronik di dua Kantor Kelurahan yakni Sekip Lama dan Sungai Wie, serta rumah warga. Berhasil dibekuk jajaran Satreksrim Polres Singkawang.

Tiga set komputer merek HP, satu monitor, UPS, kipas tornado merek Regency, alat digital Televisi, kamera pocket merek sony, notebook, dua unit printer merek canon. Dijadikan barang bukti pencurian di kantor kelurahan. Kemudian satu mesin air cuci mobil merek Yamamex diamankan dari rumah warga disita dari tiga pelaku.

 “Selain barang bukti, polisi telah mengamankan tiga orang yang diduga pelaku yakni AR (26) warga Jalan Siaga, RK (25) warga Jalan Bintara, dan IF (21) Warga Jalan Pahlawan,” kata Kapolres Singkawang, AKBP Agus Triatmaja SH SIK melalui Kasatreskrim, AKP Edy Haryanto SH, Senin (15/2).

Menurutnya, barang bukti yang telah diamankan. Merupakan hasil diduga merupakan hasil kejahatan secara bersama-sama (tiga orang). Namun diantaranya juga dilakukan dua orang pelaku saja.

“Barang elektronik hasil kejahatan secara bersama-sama. Kemudian untuk mesin air cuci mobil, dilakukan dua orang dari ke tiga pelaku tersebut,” katanya.

Polisi awalnya mengetahui adanya transaksi salah satu barang hasil pencurian yang telah dijual. Mendapati informasi itu, jajaran Satreskrim bersama jajaran polsek melakukan pengembangan sehingga ditemukanlah tiga pelaku serta barang bukti lain yang belum sempat dijual.

“Mereka ini melakukan aksi kejahatan di rumah kosong maupun kantor-kantor pemerintah. Sasarannya lebih banyak adalah barang elektronik,” katanya. Dari tiga pelaku yang diamankan, dua diantaranya yakni AR dan IF memiliki tanda khusus, yakni memiliki tatto bintang di leher bagian kirinya.

Ketiganya diamankan polisi pada Jumat saat berada di rumah masing-masing. “Mereka didakwa melanggar pasal 365 subsider Pasal dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” katanya. Sebelum ditangkap, ketiga pelaku melakukan pencurian di Kantor

Kelurahan Sekop Lama. Mereka masuk ke ruangan, dengan cara mencongkel pintu maupun jendela. “Pakai obeng untuk mencongkel pintu,” kata RK.

Biasanya, sebutnya, kalau bertiga melakukan aksinya. Dua orang bertugas mencongkel dan masuk ke ruangan. “Itu tugas IF dan AR,” katanya. Setelah berhasil mengambil barang-barang di kantor kelurahan yang sedang sepi dari penjagaan. Mereka membawanya dengan menggunakan sepeda motor.

“Barang diangkut pakai sepeda motor, kalau banyak dibawanya sampai dua kali,” katanya.

RK mengaku barang-barang yang dicuri, biasanya akan dijual. Uang hasil penjualan, dipakai untuk membayar kontrakan serta makan maupun mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Biasanya untuk bayar kontrakan, satu bulan Rp500 ribu,” katanya. Pengakuan RK juga diiyakan IF dan AR. Namun untuk barang-barang hasil curiannya, belum semuanya

terjual. (fah)