SPBU Tutup, Warga Mengeluh

SPBU Tutup, Warga Mengeluh

  Rabu, 6 January 2016 08:40
TUTUP: SPBU di Sosok terlihat tutup dari aktivitas. SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU-Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Bodok, Kecamatan Parindu dalam tiga hari belakangan dikabarkan tutup. Akibatnya, warga di sana kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak untuk kebutuhan kendaraan mereka.

Supardi, salah satu warga menceritakan warga ditempatnya itu kesulitan untuk mendapatkan BBM lantaran SPBU tutup. “Sudah tiga hari ini. Hari kedua solar tidak ada, premium masih ada. Hari ini (Selasa kemarin, Red) mau isi BBM juga bingung mau isi dimana,” ungkapnya, Selasa (5/1) siang kemarin.

BBM jenis solar, kata dia, pada Selasa kemarin sudah tidak ada. Bahkan di kios eceran juga tidak ada. “Kan jadi susah kalau begini. Solar dieceran juga tidak ada. Mau sampai kapan begini,” kesalnya.

Dia mengharapkan pengelola SPBU dapat mengerti kebutuhan warga. Jangan sampai penurunan harga BBM membuat pihak SPBU takut rugi. “Kalau karena bbm turun lalu mereka tutup, itu salah besar. Kalau takut rugi jangan kelola SPBU. Ini kan kepentingan umum,” kata dia.

Kondisi ini, lanjut dia, jika dibiarkan akan membuat warga kesulitan. Apalagi bagi mereka yang punya kendaraan. “Kalau beli dieceran terus mana mampu. Harganya juga pasti lebih mahal,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah daerah mau memperhatikan kondisi ini. Selain itu dia juga mengharapkan ada solusi dari pihak pengelola SPBU agar warga utamanya di Bodok bisa kembali mendapatkan bbm dengan mudah. “Tolonglah diperhatikan kondisi begini. Jangan sekedar cari untung saja,” tegasnya.

Warga Bodok lainnya, Fransiskus menyampaikan dalam beberapa hari belakangan jadwal buka SPBU tidak menentu. “Kalau pagi buka, biasanya siang sudah tutup. Tidak tentu bukanya,” ujar dia.Sementara itu, pihak pengelola SPBU di Bodok saat dihubungi harian ini melalui selularnya belum dapat dikonfirmasi terkait dengan keluhan warga disana. (sgg)

 

Berita Terkait