Southampton 1-6 Liverpool , Pengaruh Magic Jurgen Klopp

Southampton 1-6 Liverpool , Pengaruh Magic Jurgen Klopp

  Jumat, 4 December 2015 08:25

Berita Terkait

SOUTHAMPTON - Performa yang kian mantap ditunjukkan oleh Liverpool dibawah besutan Juergen Klopp. Sejak kalah dari Crystal Palace 1-2 8 November lalu, mereka membukukan lima kemenangan beruntun, termasuk menggilas Southampton 6-1 di babak kelima Piala Liga dinihari kemarin (3/12).

             Divock Origi memang menjadi bintang kemenangan Liverpool dengan hattrick yang dilesakkan di menit 45, 68, 86. Namun, kredit tersendiri pantas disematkan kepada Daniel Sturridge yang berhasil menyamakan kedudukan di menit 25 setelah sebelumnya tandukan Sadio Mane membawa Southampton unggul 1-0 di detik ke-43.            Tidak hanya menyamakan skor, Sturridge juga membalikkan keunggulan untuk The Reds, julukan Liverpool, empat menit berselang setelah memaksimalkan key pass dari Emre Can yang sempat melakukan backheel sebelum menyodorkan umpan kepada Sturridge.

            Ini merupakan gol kelimanya di semua ajang serta gol perdana di Piala Liga. Klopp jelas sangat senang dengan performa Sturridge, terutama karena dia mampu tampil maksimal pasca mendapat cedera lutut beberapa hari sebelum melawan Southampton.            “Harus kukatakan, adalah sebuah keputusan yang bagus (memilih Sturridge),” ujar Klopp senang pasca pertandingan seperti dilansir Squawka. “Aku berkata kepadanya setelah laga usai; ?Sekarang aku tahu apa yang orang perbincangkan. Tentu saja, aku tahu tentang kualitasnya. Sangat penting bagi kami memiliki striker bagus sepertinya,” puji Klopp kembali.

            Namun, Klopp mengatakan bahwa dia tidak ingin mengambil risiko jika Sturridge mengalami cedera dengan memainkannya selama 59 menit. Jordon Ibe pun masuk sebagai pengganti dan menyumbangkan satu gol pesta kemenangan Liverpool 14 menit setelah dia masuk.            Walau tidak bermain penuh, Klopp yakin bahwa Sturridge bakal segera menemukan performa terbaiknya pada musim 2013-2014 keitka mengemas 21 gol di semua ajang.

            “Bagaimana seharusnya aku tahu jika dia bisa melakukannya (puncak performa di musim 2013-2014)? Mungkin bisa. Catat saja ini; Daniel Sturridge bisa membawa dirinya tampil lebih baik lagi,” tegas Klopp kembali.            Masuknya Sturridge sebagai starter membuat Klopp menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan Sturridge dan Joe Allen melakukan serangan dari sayap menopang Adam Lallana di lini tengah dan Origi sebagai striker tunggal.

            Strategi ini membuat pasukan Anfield itu mendikte permainan The Saints dengan membukukan 54 persen dan melesakkan 14 tembakan dengan tujuh diantaranya mengarah langsung ke gawang Maarten Stekelenburg.            Klopp pun memuji penampilan anak asuhnya yang tetap tampil impresif walau tampil tanpa striker Christian Benteke, serta duet kreator lini tengah Roberto Firmino-Philippe Coutinho.

            Hanya saja, Klopp tetap mengeluhkan bagaimana para pemain Liverpool baru bisa tampil impresif setelah kebobolan lebih dahulu. Sama seperti pekan kelima Europa League kontra Girondins Bordeaux 26 November lalu dimana tendangan bebas Henri Saivet mengoyak terlebih dahulu jala Liverpool sebelum mereka menang via eksekusi James Milner dan Benteke.

            “Ini adalah laga dimana Anda butuh konsentrasi tinggi lebih dari biasanya,”ucap Klopp seperti dilansir Daily Express. “Tidak masalah jika Anda baru bangkit setelah ketinggalan. Namun, ini sudah sering sekali menimpa kami,” keluh eks der trainer Borussia Dortmund tersebut.            Klopp pun meminta Liverpool tidak cepat puas ketika mereka berhasil menapak fase semifinal untuk ketiga kalinya dalam lima musim terakhir karena lawan mereka selanjutnya di fase empat besar adalah sesama klub Premier League Stoke City.

            Banyak yang menginginkan terjadi final Merseyside di Wembley Stadium jika Everton sukses menjinakkan Manchester City. Klopp pun memilih untuk merendah karena mereka masih harus berkonsentrasi di fase semifinal.            “Saya tidak masalah melawan Everton,” kata Klopp kepada AFP. “Namun, kami masih harus menghadapi Stoke. Aku mengalami beberapa final di hidupku. Selalu tidak mudah dan Stoke pastinya menginginkan final ini dengan segala yang mereka punya. Hanya saja, hal itu baru terjadi di Januari, jadi kami harus menunggu sedikit lebih lama,” imbuhnya.

            Terpisah, arsitek Southampton Ronald Koeman mengaku begitu terpukul dengan kekalahan telak yang diderita oleh pasukannya. Apalagi, mereka sudah kembali harus mempersiapkan diri melawan Aston Villa Sabtu malam nanti (5/12).            “Keseimbangan momen ketika bertahan dan menyerang buruk, sangat buruk,” keluh Koeman seperti dilansir Daily Echo. “Ini adalah tanggung jawabku dan kami harus mengganti sistem permainan kami. Mungkin kami harus lebih bertahan. Lebih banyak menunggu peluang serangan balik,”jelasnya. (apu)

Berita Terkait