Sosialisasikan Pemanfaatan Tanaman Obat

Sosialisasikan Pemanfaatan Tanaman Obat

  Senin, 15 Agustus 2016 09:27
BERSAMA: Foto bersama peserta dan narasumber, usai workshop di Puskesmas Sekura Kecamatan Teluk Keramat.

Berita Terkait

SAMBAS - Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas Sukses adakan workshop  pemanfaatan Tanaman Berkhasiat Obat, Kegiatan Pembinaan Pengobatan Tradisional ( BATRA) di beberapa Kecamatan Pada awal Agustus 2016.

 
Diantaranya di Desa Nibung Kecamatan Paloh diikuti 25 kader Posyandu dari tiga Puskesmas di Paloh dengan pelatihan Pelayanan Kesehatan Tradisional ( Yankestrad). Kemudian dibuka Workshop Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Sambas Gelombang I (pertama), dipusatkan di Puskesmas Sekura, Kecamatan Teluk Keramat, yang diikuti 30 Kader dari Puskesmas Sekura, Pimpinan, Simpang Empat dan Sungai Baru.

Terakhir Work shop Gelombang II (kedua) di Balai Pertemuan Desa Mukti Raharja, Kecamatan Subah. Saat itu diikuti 30 orang kader dari Kader Posyandu Desa Mukti Raharja, Kader Kelompok Toga Desa Mukti Raharja, dan Kader Kelompok Dasa Wisma desa Mukti Raharja.

Pada ketiga kegiatan itu, selain dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, juga  menghadirkan nara sumber Hj Neti Rohayati, dari Sentra Pengembangan, Penelitian , dan Pengobatan tradisional (SP3T).

Kabag Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, drg Gusmadi MPh mengatakan kegiatan ini sebagai upaya memaparkan materi terkait Yankestrad, Tanaman Obat Keluarga ( TOGA ) dan pembinaan programnya.

“Dalam kegiatan juga dilaksanakan praktik pengolahan tanaman berkhasiat obat untuk asuhan mandiri kesehatan. Selanjutnya melakukan evaluasi sejauh mana keberhasilan kegiatan ini, “ kata Gusmadi.

Kegiatan, sebut Gusmadi, lebih menekankan pada praktik atau simulasi yang nantinya ditindaklanjuti dengan monitoring, pencatatan atau pendataan Yankestrad di tingkat Puskesmas dan evaluasi pelaporan (rekpitulasi) di tingkat Kabupaten.

Kepala Dinas Kabupaten Sambas, dr I Ketut Sukarja mengharapkan kegiatan yang telah dilaksanakan bisa memberi manfaat bagi masyarakat. “Tentunya kita berharap, kegiatan workshop ini bermanfaat bagi peserta. Utamanya  bagi kader Posyandu, Kelompok TOGA, dan Kader Dasawisma.  Mereka semua adalah agen penggerak swadaya masyarakat, perlu mendapat pengetahuan dan keterampilan itu,” kata Ketut.

Disamping itu juga, disampaikan Ketut, Puskesmas serta Dinas keseahatan maupun semua pihak tentu mendapat manfaat penting juga, dengan menyesuaikan dengan peran, fungsi dan kepentingannya masing-masing.

“Workshop akan memberikan perubahan dan membuka wawasan masyarakat tentang arti pentingnya menjaga kesehatan dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar sebagai obat-obatan tradisional penunjang kesehatan,” katanya. (ser/fah)

Berita Terkait