Sosialisasi Tim Apraisal Pelabuhan Kijing Groundbreaking Pertengahan Februari

Sosialisasi Tim Apraisal Pelabuhan Kijing Groundbreaking Pertengahan Februari

  Selasa, 23 January 2018 10:00
BAKAL PELABUHAN: Beberapa pelancong lokal dengan latar belakang pohon kelapa di kawasan wisata pulau Kijing. Kawasan ini ke depan bakal menjadi sebuah pelabuhan Terminal Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit. SHANDO SAFELA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama-sama PT Pelindo dan BPN terus bekerja mempercepat persiapan lahan pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit. Saat ini, sedang dilakukan penilaian ganti untung oleh Tim Apraisal. Jika proses ini berjalan lancar, maka dalam 1-2 minggu pembayaran dapat direalisasikan.

Mengawali tahapan penilaian ganti untung, tim apraisal melakukan sosialisasi di Desa Sungai Bundung Laut, Kecamatan Sungai Kunyit, Senin (22/1) pagi. Dihadiri Bupati Mempawah, H Ria Norsan, Kepala BPN, Komaruddin, Camat dan Kades, sosialisasi diikuti ratusan masyarakat pemilik lahan.

“Tim Apraisal yang telah ditetapkan untuk melakukan penilaian ganti untung lahan pembangunan pelabuhan terminal kijing ini terdiri dari 6 orang. Yakni saya sendiri, Agung Laksana, Sukarno, Dani, Rama dan Fadil,” ungkap Takdir Astaputra memperkenalkan timnya dihadapan masyarakat.

Takdir menerangkan, tugas utama tim apraisal yakni melakukan verifikasi data nominatif berkaitan dengan luas lahan, bangunan, tanaman serta infrastruktur lain yang berdiri diatas lahan yang akan dibebaskan.

“Maka kami mengharapkan kerjasama dan dukungan masyarakat agar memberikan keterangan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya. Sehingga kami tidak salah dan keliru dalam memberikan penilaian atas ganti rugi yang akan dibayarkan nanti,” tuturnya.

Takdir menjelaskan, proses pembebasan lahan terdiri dari empat tahapan. Yakni, perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Saat ini, sambung Takdir, telah sampai pada tahapan pelaksanaan penilaian lahan. Hasil dari penilaian itu akan dilaporkan kepada BPN dan diumumkan kepada masyarakat.

“Dalam memberikan nilai tidak serta merta langsung menentukan nilai rupiahnya. Melainkan ada proses yang dilalui. Yakni untuk tanah, bangunan, tanam tumbuh dan bangunan lain seperti jembatan, usaha akan dinilai secara menyeluruh. Sedangkan tanam tumbuh, kami menggunakan SK yang telah berlaku di wilayah ini. SK ini menentukan nilai pohon kelapa, mangga, kopi dan lainnya. Biasanya telah ditentukan dari dinas pertanian dan perkebunan,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Mempawah, H Ria Norsan berpesan kepada masyarakat yang memiliki tanah dilokasi pembangunan pelabuhan dan telah dijual kepada orang lain agar segera berkoordinasi dengan si pembeli atau si penjual. Agar tidak terjadi kesalahfahaman pada saat verifikasi data penilaian.

“Sebab, masih banyak surat tanah yang belum balik nama. Maka, ini perlu dikoordinasikan agar tidak salah faham dan terjadi kekeliruan,” pendapatnya.

Norsan memastikan, tim apraisal bekerja dengan profesional sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Yakni mengacu pada UU Nomor 2 tahun 2012 dan PP 71. Karenanya, Norsan menghimbau seluruh jajarannya mulai dari Rt, Rw, Desa, Camat hingga SKPD ikut membantu percepatan proses pembebasan lahan tersebut.

“Saya meyakini masyarakat mengingingkan agar proses pembebasan lahan ini dapat segera terwujud dan lahan yang dimiliki segera dibayarkan. Kami pun selaku Pemerintah Kabupaten Mempawah mengharapkan demikian. Pembangunan pelabuhan ini segera direalisasikan untuk kepentingan daerah dan masyarakat,” harapnya.

Berkaitan dengan penetapan nilai harga, Norsan mengatakan ditentukan dari hasil penilaian yang mengacu pada ketetapan perundang-undangan. Maka, setiap lahan yang dimiliki masyarakat akan berbeda-beda harganya. Misalnya, dia mencontohkan, lahan yang diatasnya berdiri bangunan usaha akan berbeda nilainya dengan lahan yang tidak ada tempat usahanya dan lain sebagainya.

“Rencananya groundbreaking pembangunan pelabuhan kijing akan dilakukan pada pertengahan Februari nanti. Saya berharap sebelum groundbreaking lahan sudah dibebaskan dan masyarakat sudah menerima pembayaran ganti untung,” ucapnya sembari diamini masyarakat. Ditempat yang sama, Kepala BPN Mempawah, Kamaruddin menerangkan proses pembebasan lahan yang dilakukan pemerintah berbeda dengan sistem jual beli tanah pada umumnya. Ada tahapan dan mekanisme yang harus dilalui sebelum ditentukan nilai dan besaran pembayaran.

“Kita lakukan dulu pengecekan lahan, pengukuran hingga administrasi suratnya semua diperiksa dengan teliti. Maka mulai hari ini tim apraisal mulai bekerja menilai harga tanah, lahan, bangunan dan tanam tumbuhan serta lainnya. Semua yang ada diatas lahan akan dinilai,” singkatnya.(wah)

Berita Terkait