Sosialisasi HIV/AIDS, Penyebaran Infeksi di Separuh Wilayah

Sosialisasi HIV/AIDS, Penyebaran Infeksi di Separuh Wilayah

  Selasa, 8 December 2015 09:25
Gambar Ilustrasi lampost.co

Berita Terkait

MEMPAWAH-Fakta mencengangkan terhadap penularan HIV/AIDS dilingkungan masyarakat Kabupaten Mempawah terus terungkap. Selain jumlah penderitanya mencapai ratusan orang, fakta penyebaran penyakit mematikan itu mencapai separuh dari wilayah Kabupaten Mempawah.

“Dari data yang ada, jumlah masyarakat di Kabupaten Mempawah yang terinveksi HIV sebanyak 252 orang, AIDS 107 orang dan 60 orang sudah meninggal dunia. Sedangkan dari wilayah penyebaran, tercatat terdapat 33 desa yang masyarakatnya sudah terinveksi HIV/AIDS,” ungkap Wakil Bupati, Gusti Ramlana ketika membuka kegiatan sosialisasi dan penyuluhan HIV/AIDS bagi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penghulu Nikah dan Penghulu Agama se-Kabupaten Mempawah, Senin (7/12) pagi di Aula Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Mempawah.

Dilihat dari data tersebut, sambung Ramlana maka lingkup penyebaran virus HIV/AIDS sudah mencapai separuh wilayah Kabupaten Mempawah yang terdiri dari  60 desa dan tujuh kelurahan. Fakta itu menyimpulkan tingkat penyebaran penyakit yang belum ada obatnya itu sudah berada dilevel ancaman.“Makanya melalui sosialisasi ini, kami berharap para penghulu nikah dan penyuluh agama dapat menginformasikan kepada masyarakat terkait bahaya HIV/AIDS. Terutama kepada pasangan-pasangan calon pengantin. Agar semakin meningkatkan kesadaran dan pemahaman untuk menjauhi perilaku hidup menyimpang baik secara hukum agama maupun sosial masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, Ramlana menerangkan, pemerintah sangat fokus terhadap penanggulangan HIV/AIDS dilingkungan masyarakat. Melalui Perpres Nomor 75 tahun 2006, maka dibentuklah Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Tujuannya untuk meningkatkan pencegahan dan penanggulangan AIDS yang lebih intensif, terpadu dan terkoordinasi.

“Pemerintah fokus pada penguatan lembaga, dukungan kebijakan dan pengembangan kapasitas SDM, peningkatan kualitas dan aksesibilitas layanan HIV, menyebarluaskan informasi serta kemitraan strategis dengan lintas sektor mulai dari swasta maupun lembaga vertikal,” tuturnya.Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Mempawah, H Kasiman menerangkan, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan itu diikuti 35 peserta yang berasal ari KUA, Penghulu Nikah dan Penyuluh agama dilingkungan kerja Kemenag Mempawah. Tujuan kegiatan, untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS yang saat ini penyabarannya semakin mengkhawatirkan.
“Kita akan maksimalkan peran KUA, penghulu nikah dan penyuluh agama untuk menyebarluaskan informasi ini dilingkungan masyarakat. Agar bisa menekan tingkat penyebaran penyakit mematikan ini,” harapnya.Kasiman mengaku prihatin dengan angka tingginya penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Mempawah. Sebab, wilayah Kabupaten Mempawah dikenal sebagai daerah yang ramah, tenang, rukun, agamis dan harmonis. Karenanya, dia menilai perlu kerjasama dan kepedulian semua pihak untuk menekan laju penyebaran HIV/AIDS.“Penyebaran ini harus segera kita atasi bersama-sama. Para peserta sosialisasi harus menjadi perpanjangan tangan di masyarakat untuk menyampaikan bahaya penyakit HIV/AIDS. Sebab, penyakit ini sudah banyak merenggut korban jiwa dan sampai sekarang belum ditemukan obatnya,” tukas Kasiman.(wah)

 

Berita Terkait