Sony Menanti Gelar Kedua

Sony Menanti Gelar Kedua

  Minggu, 9 Oktober 2016 12:59

Berita Terkait

Dua Wakil Indonesia di Final Thailand Masters

BANGKOK -- Sony Dwi Kuncoro sejak medio 2014 lalu keluar dari pelatnas Cipayung. Saat itu, dia menghadapi masa-masa sulit untuk come back dari cedera yang dia alami. Tetapi, kini, Arek Suroboyo itu membuktikan diri bahwa dia masih sanggup bersaing dengan pebulu tangkis top dunia.

Siang ini, dia akan mengupayakan gelar kedua pada tahun ini. Sebelumnya Sony meraih gelar perdana di Singapore Open 2016. Meski Thailand Masters bertitel Grand Prix Gold, Sony mengatakan kalau dirinya ingin memberikan bukti kalau dia masih punya kesempatan.

Kemarin (8/10), dia mengandaskan wakil Hongkong, Lee Cheuk Yiu, 19-21, 21-16, 21-17. Hasil tersebut sekaligus menjadi pembalasan buat Sony dari kekalahan yang dia terima di Indonesian Masters September lalu.

Lantas, di final hari ini, Sony bakal bersua delegasi tuan rumah Tanongsak Saensomboonsuk. Di semifinal kemarin, Tanongsak menghentikan perlawanan Kenta Nishimoto (Jepang), 21-19, 21-16.

"Setiap turnamen bagi saya  sama saja, tinggal siapa yang lebih siap, tetapi kali ini saya bisa menguasai permainan," kata Sony saat dihubungi Jawa Pos kemarin. Sony yang kini berada di luar pelatnas murni mengandalkan dukungan klubnya, Tjakrindo Masters yang bebasis di Surabaya. Seperti saat meraih gelar Singapore Open lalu, Sony kini juga didampingi sang istri Gading Safitri.

"Gading kalau di lapangan ya ibarat pelatih, dia mendampingi saya terus," katanya. Menghadapi Tanongsak, Sony mengaku tetap mewaspadai stroke pebulu tangkis ranking 26 tahun tersebut. Dari enam pertemuan yang dijalani keduanya, Sony masih unggul denga kemenangan 4-2. Namun, perjumpaan terakhir kedua pebulu tangkis sudah terlampau lama, yakni di Hongkong Open 2013. Saat itu, Sony unggul 21-14, 12-21, 21-14. Sementara itu, wakil ganda putra Indonesia gagal mewujudkan all Indonesian Finals. Berry Angriawan/Rian Agung Saputro berhasil melaju ke partai final setelah mengalahkan Lim Khim Wah/ Ong Jian Guo (Malaysia) 21-17, 21-18. Namun, satu pasangan Indonesia lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus mengakui kemampuan pasangan Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko dari Jepang, 19-21, 22-24. "Yang paling penting kami merasa enjoy mainnya, kami bisa menikmati permainan. Menang atau kalah itu nomor dua, yang utama adalah mengeluarkan kemampuan terbaik kami,” terang Berry (nap)

Berita Terkait