SMP Taruna Bakal Tutup

SMP Taruna Bakal Tutup

  Rabu, 10 Agustus 2016 10:59
grafis.PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Sejumlah guru di SMP Bumi Khatulistiwa memilih mogok mengajar lantaran bertahun-tahun meminta surat keputusan (SK) guru yang tidak kunjung diberikan. Murid terpaksa diliburkan.

 
“Dari awal kami ngajukan dibuatkan SK, dari tahun 2009. Tapi sampai sekarang, belum juga diterbitkan,” kata SR, satu di antara belasan guru yang memilih mogok mengajar kepada Pontianak Post, Selasa (9/8).

Guru mata pelajaran Matematika ini mengatakan, ada 20 guru yang hingga saat ini tidak punya SK. Selama ini, puluhan guru hanya menggunakan surat tugas. “Setiap tahun kami sudah ajukan. Tapi kata Kepseknya, alasannya yayasan yang mengeluarkan SK,” sesalnya.

Perjuangan untuk mendapatkan SK tidak terhenti sampai di situ saja. Sejumlah guru berusaha untuk menemui pemilik yayasan, namun hingga saat ini tidak pernah ada kesempatan. “Dari puluhan guru, baru satu guru yang punya SK, ya kepala Sekolah,” ungkap SR.

Akibat tidak adanya SK tersebut, sejumlah guru tidak bisa mengurus NUPTK, tunjangan seperti guru-guru lainnya.

Selain mendesak menerbitkan SK, sejumlah guru juga merasa kecewa terhadap rencana penutupan SMP Bumi Khatulistiwa. Menurut SR, selama ini tidak ada komunikasi yang baik antara atasan dengan guru-guru.

“Justru kami dapat informasi dari Satpam. Dapat kabar, rencana penutupan sekolah sudah lama,” sesalnya.

Dia menyayangkan, kenapa kabar penutupan sekolah tersebut tidak dikomunikasikan dengan baik. Padahal, guru masih diminta untuk melakukan sosialisasi. “Dan itu, sudah kami lakukan. Dengar kabar, alasan penutupan minim peminat. Tapi faktanya, banyak yang mau daftar,” kata AJ, guru lainnya menimpali.

Aj bercerita, pada saat penerimaan siswa baru, banyak peminat yang mendaftar. Saat akan melakukan daftar ulang. Justru dia diminta untuk mengembalikan uang daftar ulang kepada calon peserta didik. “Saya sendiri yang mengembalikan uang daftar ulang,” ungkapnya.

SR menambahkan bahwa sejumlah dewan guru sudah berusaha melakukan audiensi dengan ketua yayasan. Surat permohonan juga, bahkan berulang kali diajukan namun tidak ada tanggapan.

Dewan guru, kata SR, sangat menyesalkan hal tersebut. Apalagi, penutupan sekolah menyangkut nasib guru dan karyawan.

“Yayasan semestinya mengajak kami beraudiensi. Nyatanya, naïf. Guru yang berjuang sendiri, kami seolah tidak dianggap, padahal kami sudah bekerja beberapa tahun,” sesalnya.

“Pikirkan juga bagaimana nasib guru. Kalau seandainya tidak dipakai lagi nanti saat sekolah ditutup, ya setidaknya ada kejelasan,” tambahnya.

Dia berharap, sekolah tidak ditutup. Sebab, kata SR, faktanya masih ada peserta didik yang berkeinginan untuk sekolah di SMP Bumi Khatulistiwa. Sekolah ini juga, sebut dia, masih mampu bersaing.

“Kami akan tetap mogok sampai ada kejelasan atas kekhawatiran dan permintaan kami,” tegasnya.

Kepala SMP Bumi Khatulistiwa Mahyudi membenarkan jika sejumlah guru mogok mengajar. Namun, dia memastikan jika besok aktivitas belajar mengajar kembali seperti semula.

“Ya, tadi sudah ada jalan keluar dengan pihak Yayasan. Insya Allah besok kegiatan belajar mengajar seperti biasa,” kata  Mahyudi.

Dia juga membenarkan bahwa untuk tahun ajaran 2016/2017, SMP Bumi Khatulistiwa tidak menerima peserta didik baru. “Untuk selanjutnya, sedang dipikirkan pihak yayasan,” tukasnya. (gus)

Berita Terkait