SMA Muhammadiyah Raih Juara II , Lomba Sekolah Sehat Provinsi Kalbar

SMA Muhammadiyah Raih Juara II , Lomba Sekolah Sehat Provinsi Kalbar

  Sabtu, 30 January 2016 12:01
UCAPAN SELAMAT: Kepala sekolah serta guru SMA Muhammadiyah Sambas saat mendapatkan ucapan selamat atas prestasi mereka meraih juara II Lomba Sekolah Sehat Provinsi Kalbar tahun 2015, kemarin (29/1). HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SAMBAS – Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sambas. Pasalnya SMA Muhammadiyah Sambas berhasil mengukir prestasi, eraih juara II pada Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) 2015. Pencapaian ini bagi mereka, merupakan hasil usaha bersama warga di sekolah tersebut selama ini.

“Alhamdulillah, apa yang diraih merupakan anugerah dari Allah SWT. Berkat usaha semua pihak, kita bisa meraih juara II Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Kalbar,” ungkap Romsidi, kepala SMA Muhammadiyah Sambas kepada koran ini, Jumat (29/1) kemarin.Keikutsertaan mereka dalam ajang Lomba Sekolah Sehat ini bahkan diakui sudah direncanakan sejak awal. Mereka sampai membuat program-program pendukung. Dalam beberapa tahun terakhir ini, mereka terus berbenah dalam rangka mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan hijau.

“Ini juga menjadi komitmen bersama agar sekolah ini bersih, sehat, dan lingkungan sekolah yang hijau/rindang merupakan cita-cita seluruh warga sekolah. Karena sekolah sehat bukan saja sehat fisik dan sarana prasarana sekolah, tetapi juga sehat rohaniah/mental,” katanya.Adapun usaha-usaha yang dilakukan mereka, salah satunya dengan menjadikan budaya berjabat tangan pada waktu pagi di halaman sekolah. Budaya yang merupakan kearifan lokal ini dilakukan mereka antara para guru dengan guru, guru dengan siswa, hingga siswa dengan siswa, seraya mengucapkan salam.

Demikian juga ketika bertemu di selasar sekolah, para siswa pun diutamakan mereka agar berjabat tangan dengan para guru dan staf sekolah, termasuk kepada para tamu yang datang dan berjumpa dengan para siswa tersebut. Bahkan, tradisi ini juga harus dijalankan semua ketika habis pelajaran jam terakhir. “Hal ini dilakukan untuk lebih mendekatkaan hubungan yang harmonis antara guru  dengan siswa, sehingga hubungan sosial dengan guru lebih akrab,” imbuhnya.  

Selain itu, lanjut dia, sekolah juga menerapkan pembinaan bagi siswa yang terlambat masuk sekolah. Romsidi mengungkapkan bahwa mereka yang terlambat tersebut dibiasakan untuk membersihkan sampah, menyapu, hingga mengepel selasar yang masih kotor, termasuk tugas lain yang bersifat edukatif. “Mewujudkan sekolah yang bebas rokok, narkoba, napza, dan lain yang dapat merusak mental dan kesehatan siswa,” katanya.

Bahkan, pihak sekolah, menurut dia, juga menekankan agar masing-masing petugas menjaga kebersihan  lingkungan kerja, khususnya bagi petugas tata usaha. Untuk petugas kantin pun dimintakan mereka agar menyiapkan jajanan sehat dan mengandung gizi yang cukup, termasuk koperasi, perpustakaan, laboratorium/praktik, dan BK, agar dijaga kebersihannya. Dia juga mengungkapkan jika sekolah melibatkan guru dan siswa, agar terus menjaga kondisi WC untuk selalu bersih. Mereka juga melakukan pemberian obat anti  jentik pada bak-bak air, agar terhindar dari nyamuk. Mereka juga memberdayakan fungsi dan peran UKS, kader kesehatan remaja (KKR) di bawah binaan Puskesmas Sambas, pelatihan PMR oleh PMI Sambas, dan pusat informasi konseling remaja (PIK-R) binaan  BPPKB Sambas.

“Seluruh kegiatan  ini dilakukan dalam upaya penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) semua warga sekolah, dan diharapakan kebiasaan berpola hidup bersih dan sehat dapat diterapkan di rumah dan lingkungan tempat tinggal. Dengan sekolah sehat guru dan peserta didik merasa nyaman dan senang untuk belajar dan semoga prestasi sekolah bisa meningkat,” harapnya.

Selain fisik, kata dia, pengasahan mental guru, siswa, dan staf sekolah juga dilakukan dengan diwajibkan salat zuhur berjemaah di Masjid Al Muhsinin. Bahkan, secara berkala mereka menggelar pembinaan rohani/pengajian keliling yang diikuti para siswa dan guru.

Dengan prestasi tersebut, diakui dia sebagai kerja sama yang solid, baik pihak sekolah oleh kepala sekolah dan seluruh  panitia, guru dan siswa, masyarakat sekitar, serta pembina UKS tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten, serta seluruh SKPD terkait khususnya Bupati Sambas. “Pembinaan dan pembenahan masih perlu ditingkatkan, karena masih ada beberapa item sasaran penilaian yang mendesak untuk segera diperbaiki dan dilengkapi,” katanya. (har)

 

Berita Terkait