SMA Kristen Abdi Wacana Gelar Ujian Praktek Perkampungan Jepang

SMA Kristen Abdi Wacana Gelar Ujian Praktek Perkampungan Jepang

  Selasa, 16 February 2016 11:17
FOTO BERSAMA: Kepala Sekolah SMA Kristen Abdi Wacana Anita Ida Karolina (tengah) didampingi Ketua Resort GKE Pdt. Paulus Ajong foto bersama sebelum kegiatan dimulai.

Berita Terkait

SEKOLAH Menengah Atas (SMA) Kristen Abdi Wacana  menggelar Ujian Praktek Perkampungan Jepang (Nihon No Mura) untuk siswa kelas XII di halaman Yayasan Pendidikan Kristen (YPK-GKE) Cabang Resort Pontianak Jl. Ayani, Sabtu (13/2). Kegiatan tersebut dihadiri Kasi Pembinaan SMA Dinas Kota Pontianak Jejen Rukmana, Ketua Resort GKE Pdt. Paulus  Ajong, M.th, Kepala Sekolah SMA Kristen Abdi Wacana Anita Ida Karolina, S.Pd,  Guru Bahasa Jepang Lili Haryati S  dan tamu dari warga  negara Jepang  beserta seluruh  guru SMA Kristen Abdi Wacana.

Kepala SMA Kristen Abdi Wacana Anita Ida karolina mengatakan,  kegiatan ujian praktek Perkampungan Jepang merupakan  ujian terakhir  dari pelajaran-pelajaran bahasa asing lainnya. Selain praktek bahasa jepang, anak-anak juga  ditugaskan mendisplay beberapa aneka jenis  masakan jepang yang nantinya masakan-masakan tersebut diperlombakan.

“Ada 14 jenis masakan Jepang, seperti sekura, sashi dan sabu yang nantinya akan diperlombakan. Kami juga sudah menyiapkan juri untuk menilai masakan tersebut,” ujarnya.

Anita  menjelaskan, kegiatan Praktek Perkampungan Jepang ini agar lebih dikenal masyarakat Kalimantan Barat bahwa SMA Kristen Abdi Wacana satu-satunya sekolah SMA yang mengajarkan bahasa Jepang.

“Saya berharap siswa – siswi SMA Kristen Abdi Wacana nantinya bisa mandiri sesuai karakter dan keterampilan dan skil yang dimilikinya. Sehingga kedepannya mereka dengan mudah diterima bekerja dimanapun sesuai kemampuan yang dimiliki,” terangnya.

Hal serupa juga disampaikan guru bahasa Jepang Lili Haryati S. Anak-anak selalu bersemangat dan antusias dalam proses belajar bahasa Jepang. Mereka  bukan hanya diajarkan bahasa jepang, tetapi juga diajarkan budaya Jepang, terutama tentang makanan. Sehingga ketika mereka lulus lebih mudah diterima kerja dihotel ataupun restoran yang menyajikan masakan Jepang. “Mudah-mudahan setelah mereka keluar mudah mendapat pekerjaan,” ujarnya.

" Selama ini kami perkenalkan secara teori, sekarang ini kami perkenalkan kebudayaan jepang secara peraktek," katanya.

Kegiatan ujian praktek perkampungan jepang ini merupakan yang ke tiga kalinya. Dalam ujian peraktek tahun ini ada beberapa perubahan, dari segi pakaiannya pun berbeda.

Kegiatan ini diikuti 87 siswa – siswi kelas XII dan dibagi menjadi 14 kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan 7-8 orang.  Kegiatan ujian praktek ini didukung beberapa sponsor yakni, Golden Tulib Hotel, Aston Hotel, Hydrococo, Cerebrovit, Cafe Romeo, Palapa Beacht Hotel dan CU Khatulistiwa Bhakti.

Salah satu tamu dari warga Jepang Misaka Fujie yang ikut hadir dalam ujian praktek perkampungan jepang sangat mengapresiasi sekali SMA Kristen Abdi Wacana. Sekolah ini secara tidak langsung memperkenalkan budaya jepang kepada masyarakat Kalbar.

“Saya sebagai warga Jepang sangat bangga sekali kepada mereka yang telah mengenalkan budaya jepang kepada masyarakat Kalbar. Ini merupakan pertama kali saya lihat selama tiga tahun di Indonesia,” ungkap Misaka Fujie.**

Berita Terkait