SMA 8 Tantang Elnino di Final

SMA 8 Tantang Elnino di Final

  Jumat, 15 April 2016 09:04
MENANG: SMA 8 (Merah) sukses meraih kemenangan usai menundukan SMAN 4 (Biru) di babak semifinal Liga Premier Pontianak, Kamis kemarin.

Berita Terkait

Sepakbola Liga Primier Pontianak 

PONTIANAK--Tim sepakbola SMAN 8 Pontianak dan SMAN 9 Pontianak memastikan diri saling berhadapan di laga final Kompetisi Sepak Bola Liga Premier Pontianak Walikota Cup V 2016 yang akan berlangsung Sabtu (16/04) mendatang di Padang Ball Keboen Sajoek PSP Pontianak. 

Di semifinal pertama SMAN 8 sukses mengalahkan musuh bebuyutannya SMAN 4 melalui tendangan adu penalti dengan skor 5-3. Sebelumnya kedua kesebelasan harus bermain imbang 1-1 di waktu normal dua kali 30 menit.

Pertandingan di babak pertama berjalan seru dan menarik. Kedua tim sekolah terbaik di Kota Pontianak itu saling jual beli serangan, bahkan pertandingan berjalan cukup keras sehingga wasit Bardan harus mengeluarkan tiga kartu kuning dan satu kartu merah kepada pemain SMA 8 dan SMA 4. Pemain belakang SMA 8 kecolongan terlebih dahulu, setelag pergerakan striker SMA 4 Felix sulit diantisipasi. Umpan manis pemain tengah berhasil dimanfaatkan pemain bernomor punggung 11 tersebut untuk menceploskan bola ke sisi kiri gawang SMA 4 di menit ke 5. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua permainan menjadi semakin keras, hasilnya pemain SMA 8 Anang dihadiahi kartu merah oleh wasit di menit 45. Penguasaan bola kedua tim berimbang, meski hujan turun kedua tim ini masih mampu mengembangkan permainan. Di menit 49 kali ini keberuntungan diperoleh tim SMA 8, memanfaatkan kelengahan pemain belakang SMA 4. Berawal dari tendangan pojok Fahri sukses menyundul bola ke gawang SMA 4. Skor 1-1 bertahan hingga wasit meniup pluit tanda berakhirnya pertandingan. 

Di laga adu penalti SMA 8 sukses menceploskan 5 gol, sementara SMA 4 hanya mampu membuahkan 3 gol. Selanjutnya di semifinal lainnya SMA 9 sukses menundukkan SMA 5 juga dengan tendangan adu penalti dengan skor 4-3. Di waktu normal sekolah yang terletak di wilayah Pontianak Timur dan utara ini bermain tanpa gol 0-0.

Pelatih SMAN 8 Margo Utomo mengatakan di babak pertama anak asuhnya tidak bermain sesuai ritme yang ia harapkan sehingga membuat lawan terlebih dulu mencetak gol. Tetapi dirinya bersyukur di babak kedua setelah diberikan arahan sekaligus ada beberapa pergantian pemain cukup efektif dan berhasil membuahkan gol untuk menyamakan kedudukan bahkan mengangkat moral tim.

"Moral timnya terangkat setelah berhasil menyamakan kedudukan, pergantian beberapa pemain cukup efektif membenahi permainan" ujarnya.

Di laga final Margo mengatakan tidak ada perubahan yang begitu berarti karena hanya menjalankan sesuai yang sudah ada selama ini.

Sementara itu Pelatih SMA 9 Malik Ibrahim menjelaskan permainan anak didiknya di semifinal tidak seperti biasanya, pemain gelandang tidak berjalan maksimal sehingga arah bola sulit menuju ke depan. Namun dirinya mengakui SMA 5 menggunakan strategi bertahan sehingga cukup sulit mencari celan menembus area kotak 16 m bahkan permainan sang lawan juga cukup baik.

"Di final nanti anak asuhnya akan bermain seperti biasa, hanya harus lebih maksimal lagi saja " katanya. (bdi)

Berita Terkait