Situs Berharga yang Mulai Lapuk Termakan Usia

Situs Berharga yang Mulai Lapuk Termakan Usia

  Minggu, 22 May 2016 10:31
TAK TERAWAT: Patok nol kilometer Kota Pontianak yang betul-betul tidak terawat keberadaannya. Patok ini terletak di Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara. DEZIYANTY PUTRI MULIANI/PONTIANAK POST

Di manakah letak titik nol kilometer Kota Pontianak? Beberapa orang mungkin  memilik jawaban yang bervariasi. Ada yang mengatakan bahwa titik tersebut berada di Keraton Kadriah, Taman Alun-alun Kapuas, Tugu Khatulistiwa, atau malah di Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

DEZIYANTY PUTRI MULIANI, Pontianak

CUACA sangat cerah siang kemarin, saya pun dengan sengaja datang ke Pasar Siantan. Bukan maksud untuk menyantap makan siang, berbelanja di pasar tradisional, namun menelusuri patok nol kilometer Kota Pontianak.

Tempatnya terletak di Pasar Siantan, tak seberapa jauh dari steigher dermaga feri penyeberangan Siantan. Jika kita menggunakan kapal feri penyeberangan dari arah Taman Alun-alun Kapuas, posisi patok ini berada di sebelah kanan steigher dermaga.

Dan jika di lihat dari penyebrangan feri siantan, patok ini berada di dekat gapura berwarna biru, dekat sebuah warung kopi. Namun, jika kita dari arah Pasar Siantan, patok ini berada persis di sisi sebelah kiri. Patok itu persisnya saat ini berada di wilayah Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara.

Saya melihat secara langsung kondisi fisik titik nol kilometer Kota Pontianak. Rupanya sangat mudah dikenali, namun kini mulai pudar dimakan usia. Kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak terawat. Retak dan tidak tegak lagi seperti sedia kala. Banyak yang tidak tahu bahwa yang berdiri di dekat gapura dermaga penyeberangan Siantan itu adalah titik nol kilometer Kota Pontianak. Padahal, patok tersebut tentu mempunyai nilai sejarah. 

Titik nol kilometer Kota Pontianak adalah sebuah titik yang menjadi patokan penentuan jarak antardaerah di Kota Pontianak atau kota-kota lain di luar Pontianak. Tinggi patoknya adalah 1,26 meter dengan diameter 27 sentimeter (cm) dan berbentuk persegi panjang.

Patok  setinggi 1,26 meter dengan diameter 27 cm ini, memiliki tiga bagian bentuk patok  yang terbuat dari batu cor. Bentuk bagian yang pertama, yang paling atas, setinggi 29 cm, mengarah ke arah utara  dan terdapat tulisan PTK O. Bagian kedua, setinggi 62 cm, terdapat dua sisi muka. Masing-masing dengan ukuran yang lebih kecil. Sisi yang mengarah ke timur laut bertuliskan PTK O, yang berarti menunjukkan titik nol kilometer Kota Pontianak. Sisi satunya, yang mengarah ke barat laut  terdapat tulisan MPW 67, yang  berarti  jarak dari patok ini  ke Kota Mempawah sejauh 67 kilometer. Bagian yang ketiga, bagian paling bawah dari patok, berbentuk empat persegi panjang sama sisi. Setinggi 32 cm dengan panjang masing-masing sisi 62 cm.

Fungsi dari patok ini adalah untuk penanda jarak antarkota. Dari titik inilah jarak antarkota ditentukan, sehingga tentunya keberadaan patok ini jangan berubah. Jika sampai letak patok ini berubah, dapat dipastikan jarak antarkota pun akan berubah. Patok nol kilometer Pontianak ini adalah penanda awal pembuatan jalan Pontianak – Sambas pada akhir abad ke-19. Jalan dan patok ini  menjadi sangat bernilai sejarah, karena inilah jalan pertama yang dibuat pemerintah Kolonial Hindia Belanda di Borneo Barat.

Seharusnya pemerintah setempat merawat dan menjaganya, agar tetap utuh dan terjaga kelestariannya. Kita bandingkan dengan kota-kota besar yang ada di Pulau Jawa, seperti Kota Yogyakarta. Pemerintah di sana sangat memprihatikan keberadaan titik nol kilometer, sehingga tampilannya sangat bagus dan terawat dengan baik.

Untuk Kota Pontianak, apabila instansi terkait menyadari betapa pentingnya keberadaan patok yang satu ini, tentu akan menjadi destinasi menarik bagi wisatawan untuk mengunjunginya. Patok ini menanti sentuhan perhatian. Dengan berada di sebuah tempat yang strategis dan patut di ketahui banyak orang. (*)