Situasi Berbalik, Lorenzo Pilih Menunggu

Situasi Berbalik, Lorenzo Pilih Menunggu

  Sabtu, 26 March 2016 09:13
Jorge Lorenzo

Berita Terkait

LOSAIL- MotoGP 2016 baru saja menyelesaikan satu seri di Qatar Minggu lalu (20/3). Dalam dua pekan ke depan, secara beruntun, balapan bakal digelar tanpa putus dari Argentina ke Amerika Serikat. Namun ada yang lebih patut ditunggu dari duel-duel maut di atas sirkuit, yakni jawaban Jorge Lorenzo atas pinangan Yamaha.

Di tengah berlangsungnya GP Qatar, tanpa menunggu lama, Valentino Rossi lebih dulu mengiyakan pinangan Yamaha. Dua musim ke depan, terhitung sejak 2017, posisinya di tim berlogo garpu tala itu aman. Melihat keputusan itu Lorenzo langsung pikir-pikir. Diakui atau tidak, hubungannya dengan Rossi sulit dipulihkan. Bahkan di sesi latihan terakhir GP Qatar pertengkaran terjadi lagi.

Yamaha menyatakan siap memberi waktu sangat senggang kepada Lorenzo untuk mengambil keputusan. Tapi semuanya tetap ada deadline-nya. ’’Kira-kira antara balapan di Jerez (24 April) atau bahkan Le Mans (8 Mei) keputusan akan diambil. Lebih jauh, (Bos Tim Lin) Jarvis telah memastikan jika Jorge butuh waktu lebih untuk berpikir, dia akan memberikannya,’’ ujar Manajer Jorge Lorenzo.

Dibandingkan Rossi, Lorenzo memang punya lebih banyak pilihan. Tawaran terbesar sudah sejak tahun lalu datang dari Ducati. Nah, keputusan untuk mengulur waktu dengan tidak serta-merta menekan kontrak dengan Yamaha disebut-sebut berhubungan erat dengan tawaran pabrikan asal Bologna, Italia tersebut.

Tapi Lorenzo membantah jika saat ini sedang bernegosiasi harga dengan Ducati. Dia juga menolak jika keputusannya nanti akan dipengaruhi kontrak Yamaha yang lebih dulu diteken Rossi. ’’Aku selalu mengendalikan sendiri hidupku dan hanya aku yang akan memutuskan masa depanku,’’ tegas Lorenzo dikutip Crash.

Dia juga mengungkapkan, saat ini, hanya ada tawaran resmi dari Yamaha di mejanya. Meski, menurutnya, tim-tim besar selalu mendekati pembalap juara untuk bisa ditarik masuk ke skuad mereka. ’’Aku akan mengambil keputusan dalam beberapa hari kedepan, dua atau tiga pekan paling lambat,’’ tandasnya.

Rossi malah sudah yakin jika Lorenzo tidak akan pergi kemana-mana dan bertahan di Yamaha. Menurutnya, pindah ke Ducati butuh keberanian besar dan sebuah perjudian. ’’Lorenzo tidak punya (keberanian) itu,’’ yakinnya.

Saat ditanya soal keputusannya menerima perpanjangan kontra dengan Yamaha sebelum musim 2016 dimulai, Rossi menyatakan tawaran datang lebih cepat. ’’Mereka senang, aku senang, jadi kenapa tidak?,’’ terang rider yang kontraknya habis bersamaan dengan Lorenzo akhir musim ini.

Menanggapi perpanjangan kontrak rekan setimnya itu, Lorenzo menganggapnya karena Rossi tak punya pilihan lain. Berbeda dengan dirinya yang lebih banyak opsi dan bisa menunggu. ’’Aku adalah juara bertahan dan dengan track record-ku di masa lalu (tidak bermasalah dengan tim lain) aku punya banyak pilihan dan waktu,’’ terusnya.

Menurut juara dunia MotoGP tiga musim tersebut perpanjangan kontrak yang ditawarkan Yamaha lebih baik dari kesepakatan musim sebelumnya. ’’Ini adalah big deal, tapi aku putuskan untuk menunggu,’’ terusnya dilansir Bike Sport News.

Dengan kondisi yang terjadi saat ini, Rossi memang bisa dikatakan menang satu langkah. Presiden IRTA Herve Poncharal pernah memprediksi bahwa duo Yamaha tersebut akan sangat sulit disatukan lagi pada musim 2017. Tentu alasan utamanya adalah  perseteruan yang mencapai puncaknya di akhir musim lalu. Tapi Poncharal, yang juga bos tim Yamaha Tech 3 itu meyakini kendali sepenuhnya ada di tangan Lorenzo. Jika pembalap 29 tahun itu menerima pinangan Yamaha, Rossi hampir dipastikan hengkang.

Tapi situasinya berbalik ketika justru Rossi yang menerima perpanjangan kontrak dari Yamaha lebih dulu. Bahkan langsung menekennya. Lorenzo kini yang justru dilemma dengan kondisinya sendiri. Padahal di yang sempat mendesak Yamaha untuk cepat-cepat memperpanjang kontraknya sebelum balapan pembuka di Qatar digelar. (cak)

Berita Terkait