Sita Motor dari Residivis

Sita Motor dari Residivis

  Rabu, 14 September 2016 10:00
CURANMOR: Pelaku dan penadah pencurian sepeda motor saat dirilis oleh Polresta Pontianak, Selasa (13/9). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Agus Bengkok yang diketahui sudah tiga kali keluar masuk penjara tak pernah jera untuk mengulangi perbuatannya. Dibantu kedua temannya, Suh dan seorang lainnya yang masuk daftar pencarian orang, ia beraksi di delapan tempat di wilayah Pontianak. 

Dari aksi kejahatan yang dilakukannya, ia berhasil mencuri lima unit sepeda motor, dua unit telepon genggam, dan satu unit telepon. Polisi bekerja keras untuk mengungkap kasus kejahatan yang dilakukan Agus Bengkok bersama sindikatnya. 

Agus Bengkok diketahui ditangkap pada 9 September di Jalan Imam Bonjol, Pontianak. Butuh waktu dua hari, bagi polisi untuk mengorek keterangan dari Agus hingga akhirnya berhasil ditangkap salah seorang pelaku lainnya, yakni Suh yang turut membantu. 

Dari keterangan Agus dan Suh, polisi pun terus melakukan pengembangan hingga akhirnya ditangkap dua orang pelaku penadah barang hasil kejahatan, yakni Har dan Ind. Dari tangan keempat tersangka disita sejumlah barang hasil kejahatan, yakni empat unit sepeda motor, satu unit laptop dan satu sim card. 

Tersangka, Agus mengakui telah melakukan berbagai aksi kejahatan di sejumlah wilayah di Pontianak. Selama beraksi, ia kerap dibantu dengan dua temannya. Setelah berhasil mencuri, motor, laptop dan telepon genggam di jual kepada penadah. 

“Kalau motor, ada yang saya curi di parkiran ada pula yang di tepi jalan, kalau laptop dan HP saya ambil di dalam rumah,” aku Agus yang untuk keempat kalinya masuk penjara. 

Agus mengatakan, setiap kali beraksi, ia selalu dibantu dengan teman yang berbeda, untuk pencurian motor ia dibantu temannya bernisal T yang kini masih dalam pengejaran polisi. “Ada satu motor yang saya jual di Beting seharga Rp1juta. Hasilnya bagi dua, kalau saya uangnya untuk anak dan istri,” dalihnya. 

Sementara untuk barang hasil kejahatan lainnya, lanjut dia, yakni laptop dijual dengan Har temannya Suh. Laptop tersebut dijual seharga Rp1juta dan hasilnya pun dibagi dua. 

“Kalau curi motor, ada di Jalan Imam Bonjol, Kota Baru dan Sungai Raya Dalam. Sementara beberapa TKP lainnya saya lupa, karena saya beraksi dua bulan yang lalu,” ucap tersangka. 

Tersangka penadah barang hasil kejahatan, Harianto, mengaku mendapat informasi di jejaring sosial ada yang ingin menjual laptop. Dari informasi itu, ia pun mengirim pesan melalui chat ke pemilik akun. “Dari percapakapan di facebook, saya dan penjual bertemu untuk transaksi,” kata Pontianak Timur itu. 

Setelah bertemu di tempat yang disepakati, dia menambahkan, tanpa banyak bertanya asal usu barang, ia membeli laptop yang dibawa Suherman itu seharga Rp1juta. Meski barang yang dijual boleh dikatakan tidak lengkap. “Hanya laptopnya saja, pengecas rusak, kotaknya tidak ada. Saya tidak curiga karena memang lagi pengen punya laptop,” dalihnya. 

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol, Andi Yul Lapawesean, mengatakan keberhasilan tim Jatanras mengungkap kasus kejahatan yang dilakukan sindikat Agus Bengkok tersebut bermula dari kasus pencurian sepeda motor di depan kebun binatang lama, Jalan Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya, pada 29 Juli lalu. 

Andi Yul menuturkan, dari kasus tersebut tim Jatanras yang telah menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap pelaku pencurian. Dari serangkaian proses yang telah dilakukan diperoleh informasi bahwa ada seseorang di depan SPBU jalan Imam Bonjol diduga kuat pelaku pencurian yang sama dengan dengan pelaku pencurian sepeda motor di TKP Jalan Adisucipto. 

“Dari informasi itulah dilakukan penangkapan, namun ketika anggota berada di lokasi penangkapan tersangka ini berusaha melarikan diri, sehingga terpaksa dilumpuhkan,” kata Andi Yul. 

Andi menuturkan, dari hasil interogasi terhadap tersangka, terungkaplah delapan kasus kejahatan yang melibatkannya, yakni lima kasus pencurian sepeda motor yang dilakukannya dari 22 dan 29 Juli, selanjutnya, 4 sampai dengan 18 Agustus dan 9 Maret 2016 lalu. Di depan penyidik, tersangka juga mengaku melakukan pencurian alat komunikasi, yakni pada 31 Juli dan 9 September dan pencurian laptop pada 9 September. 

“Dari pengakuan tersangka ini, kami cocokan dengan laporan polisi (LP) sehingga dilakukanlah pengembangan,” ucap, Andi.(adg)

Berita Terkait