Siswi SMP Digilir Tiga Pria Mabuk

Siswi SMP Digilir Tiga Pria Mabuk

  Rabu, 10 February 2016 10:01
PEMERKOSA: Ketiga pelaku yang diamankan di Mapolres Kapuas Hulu. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Di bawah pengaruh minuman keras, tiga pria memperkosa siswi kelas III SMP di kecamatan Batang Lupar, Jumat (5/2) pukul 17.30 Wib. Pelaku dilaporkan keluarga korban ke Polsek Batang Lupar satu hari setelah kejadian. Ketiga tersangka dikenakan Pasal 81, Undang-Undang Perlindungan anak No.35 Tahun 2014 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu Iptu Charles Berto Nikolas Karimar mengungkapkan. Ketiga pelaku memperkosa korban yang baru berumur 15 tahun itu, setelah menegak minuman keras Cap Gagong buatan Malaysia banyak beredar di daerah perbatasan yang dipasok melalui Serawak, daerah Lubuk Antu.

Dijelaskannya, kejadian bermula ketika Sr (21) Ej (28) dan Bs (27) pergi bersama ke sebuah tempat di daerah sungai. Setelah mereka ngumpul, tersangka yang merupakan kenalan korban ini menantang dua rekannya untuk minum alkohol. Setelah mabuk, korban yang dibawa dua diantara tiga tersangka masuk ke sebuah speed boad yang disandarkan pada bagian belakang kantor milik TNDS di Lanjak.

“Korban digagahi kedua pelaku di dalam speed boat,” terang Kasat.Setelah diperkosa oleh kedua pelaku, oleh dua tersangka, korban dibawa ke bagian depan bangunan kantor TNDS. Kemudian diketahuilah oleh tersangka ketiga, jika korban baru saja disetubuhi. Akhirnya tersangka ketiga juga ikut memenyetubuhi korban.“Tersangka ketiga membawa korban ke samping bangunan,” paparnya.

Kejadian tersebut baru dilaporkan satu hari setelah kejadian oleh keluarga korban yang mengetahui korban diperkosa. Setelah dilakukan visum di RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, pada tubuh korban tidak ditemukan kekerasan fisik, seperti pendarahan. Korban hanya terkena benda tumpul dari perlakukan tersangka.“Setelah visum, korban kami izinkan kembali ke rumahnya,” ungkap Kasat.

Charles mengatakan, setelah memperkosa korban, ketiga pelaku hendak mengatar korban pulang kerumahnya. Karena takut, korban hanya diantar sampai lapangan sepak bola dan dibawa lagi ke speed boat.“Setelah keluarga korban mencari, baru para tersangka mengantarkan kepada keluarga korban.

Setelah mengetahui korban disetubuhi, keluarga melapor ke Polsek Batang Lupar,” jelasnya. Oleh Polsek Batang Lupar, kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Kapuas Hulu, berikut para tersangka dan satu buah speed boat tempat kejadian pemerkosaan, baju korban dan minyak dalam jeriken lima leter.“Tersangka dikenakan Pasal 81, Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014, Tentang Perlindungan Anak. Juncto, Pasal 286 KUHP, ancaman minimal 5 tahun penjara, maksimal 15 tahun penjara. (aan)

Berita Terkait