Siswa di Bawah Umur Pacu Sepeda Motor

Siswa di Bawah Umur Pacu Sepeda Motor

  Senin, 2 November 2015 12:22
TANPA HELM: Tampak salah satu pelajar mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm standar. Kesadaran para orang tua untuk mengingatkan anak-anak mereka untuk sopan dalam berkendara masih begitu kurang, sehingga pemandangan seperti ini menjadi lazim. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Hingga saat ini masih sangat minim para pengendara, khususnya sepeda motor yang menggunakan helm standar saat berkendara. Padahal helm tersebut dimaksudkan demi keselamatan pengendara itu sendiri. Apalagi hal tersebut dilakukan oleh para pelajar yang masih di bawah umur. Ironisnya, para pelajar ini sudah diperbolehkan para orang tua mereka untuk mengendari kendaraan bermesin roda dua tersebut ke sekolah.“Memang benar, saat ini masih banyak ditemukannya anak sekolah yang masih tergolong belum memiliki surat izin mengemudi (SIM), sudah diperbolehkan orang tuanya untuk membawa motor ke sekolah, baik SMP, SMK, dan SMA. Padahal menurut aturan, di bawah usia 17 tahun, anak tersebut belum diperbolehkan untuk mengendari sepeda motor,” kata kepala Unit Lalu Lintas Kepolisian Sektor (Polsek) Sukadana, Aiptu Dharmayudin, saat ditemui di Polsek Sukadana, beberapa waktu lalu.

Dia menilai jika kesadaran masyarakat masih begitu rendah untuk keselamatan diri sendiri. Padahal, dia menambahkan, dengan menggunakan helm dan melengkapi diri dengan surat kendaraan, merupakan kewajiban bagi seorang pengendara. Ia bahkan sudah sering kali memberikan peringatan dan imbauan saat melakukan penertiban lalu lintas.“Kita juga sering kali memberikan masukan atau imbauan kepada pengguna jalan, terutama pada pegendara motor. Mari kita peduli akan keselamatan kita saat berkendara. Karena kewajiban pengendara sepeda motor diwajibkan untuk menggunakan helm. Selain itu dapat membawa kelengkapan surat kendaraan lainnya, seperti SIM dan STNK,” terangnya.

Untuk para pelajar, mereka juga sering memberikan pengarahan di masing-masing sekolah, saat upacara bendera maupun di dalam kelas. Mereka kerap menyampaikan kepada para siswa tersebut mengenai ketertiban dalam berlalu lintas. Sedangkan untuk yang masih di bawah umur, diingatkan dia agar sebaiknya tidak menggunakan sepeda motor ke sekolah. Karena, dipastikan dia, mereka yang berusia di bawah 17 tahun sudah pasti belum mengantongi SIM.“Semua sudah kita lakukan, baik berupa imbaun di jalan raya, maupun ke sekolah-sekolah. Nah ini semua tinggal kembali kepada kesadarannya masing-masing. Untuk yang memiliki anak di bawah umur sebaiknya tidak dulu diberikan sepeda motor. Dan bagi yang telah memiliki SIM sebaiknya dapat melengkapi suart kendaraannya, termasuk wajib untuk menggunakan helem standar,” terangnya.

Kapolsek Sukadana Iptu Hoerrudin juga menyayangkan di mana saat ini masih banyak anak di bawah umur dengan leluasa mengendari sepeda motor untuk berangkat ke sekolah. Padahal, dipastikan dia jika para pelajar tersebut belum mengantongi SIM. “Untuk berangkat ke sekolah mungkin orang tuanya dapat mengantar jemput, atau untuk sementara anaknya diarahkan untuk mengunakan sepeda saja,” sarannya.

Apalagi, sambung dia, sering kali terlihat para palajar saat berkendara tidak mengenakan helm. Hal ini, menurut dia, sudah jelas telah melanggar peraturan berlalu lintas. “Semoga saja, kusus untuk pelajar yang masih di bawah 17 tahun dan belum memiliki SIM sebaiknya jangan dulu membawa kendaraan ke sekolah. Karena itu semua telah diataur adalam peraturan lalu lintas. Dan untuk para orang tua, dapat melarang atau memberikan pengertian terhadap anaknya,” terang Kapolsek. (dan)

 

 

Berita Terkait