Sipir Rutan Bawa Narkoba

Sipir Rutan Bawa Narkoba

  Jumat, 20 November 2015 08:18
TERSANGKA : Para pengguna narkoba yakni Hr, Ri dan Bu yang diamankan petugas saat berada di Markas Satnarkoba Polres Kapuas Hulu. MUSTA’ANMUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Kapuas Hulu, Selasa (17/11) sore mengamankan Hr (27) yang sehari-hari sebagai Sipir Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Putussibau.Ia ditangkap polisi lantaran membawa dan mengkonsumsi sabu disalah satu rumah warga di Jalan Komyos Sudarso Putussibau. Polisi juga menciduk rekan Hr, yaitu Ri (32) dan Bu (20) sebagai penggunan dan pemakai.

Penangkapan Hr dilakukan sekitar pukul 15.00 wib, pada saat petugas Satnarkoba yang sedang piket memperoleh laporan masyarakat, bahwa ada seseorang berinisial Hr, sering menggunakan narkoba. Atas informasi itu, aparat kepolisian yang berjumlah empat orang melakukan penyelidikan. Petugas lalu menemukan Hr mengendarai sepeda motor di Jalan Komyos Sudarso menuju Jalan Flamboyan.

"Ketika masuk perempatan Jalan Flamboyan, He melihat petugas dan ia langsung membuang kotak rokok," tutur AKBP Sudarmin SIK, melalui Kanit III Satnarkoba, Brigadir Polisi (Brigpol) Ryan Herman, Kamis (19/11) di Markas Satnarkoba Kapuas Hulu. Petugas curiga dan segera menghentikan Hr dan menanyakan apa yang dibuangnya. Petugas minta Hr mengambil kotak rokok yang dibuangnya itu.

Sebelum membuka kotak rokok itu, petugas memanggil warga yang kebetulan ada disekitar lokasi untuk menyaksikan kejadian itu. Ketika dibuka, dalam kotak rokok ada sabu yang terbungkus plastik klip transparan. He langsung digelandang ke kantor Satnarkoba. “He belum mau mengatakan barang haram itu dibeli dari siapa. Setelah didesak, akhirnya mengatakan sabu itu dibeli dari Og,” terangnya.

Sabu tersebut dibeli Hr perpaketnya dengan harga Rp 300 ribu. Ia patungan dengan dua rekanya yakni  Ri dan Bo, ketiganya masing-masing mengeluarkan uang Rp 100 ribu. "Dari pengakuan Hr dan kedua rekannya, mereka sempat mengkonsumsi sabu di rumah Ri. Merasa kurang, mereka beli lagi dan rencananya akan dikonsumsi di rumah Ri dengan harga yang sama yakni Rp 300 ribu," katanya.

Terkait barang bukti, polisi belum bisa menentukan sabu tersebut asli atau tidak. Karena sabu itu sedang dibawa ke BPOM di Pontianak. "Kami akan melakukan pengembangan penyidikan, terkait ini. Termasuk Og kami kejar dan keluarkan surat DPO (Daftar Pencarian Orang)," tegas Ryan. Apakah pelaku hanya dikenakan rehabilitasi atau tidak, itu tergantung dari pihak kejaksaan dan pengadilan. 

Sementara itu, kepada wartawan Hr mengaku sudah delapan bulan belakangan ini menggunakan narkoba."Saya gunakan narkoba tiga kali satu minggu," katanya. awalnya ia berkenalan dengan barang haram itu melalui temannya dan kelamaan ia pun mulai mencoba dan merasa ketagihan. "Saya tak bisa menceritakan bagaimana rasanya narkoba itu kalau tidak mencobanya," tuturnya.

Hr mengaku tidak pernah menggunakan narkoba sendiri, biasanya mengajak teman lainnya untuk patungan bersama beli barang haram tersebut. Hr biasanya membeli narkoba kepada temannya yang bernama Og yang kini menjadi buron. "Saya belinya langsung kerumah Og di jalan Flamboyan," tuturnya.Dalam membeli sabu sendiri, Hr tidak pernah banyak, hanya dengan harga Rp 300 ribu saja.

Roni Kurnia Kepala Rutan Kelas II B Putussibau saat dihubungi via telpon membenarkan adanya staf kantornya yang ditangkap polisi dengan dugaan penggunaan telah menggunakan narkoba. Untuk itu ia tetap mengedepankan praduga tak bersalah kepada stafnya."Jika memang terbukti bersalah kami akan proses, kalau terbukti dia menggunakan narkoba tentu sanksinya akan sangat berat," ucapnya.

Lebih lanjut Roni mengatakan, dari informasi yang diterimanya bahwa anak buahnya tersebut diduga menggunakan barang haram tersebut diluar lapas, bukan dalam Rutan. "Tapi yang jelas kami tidak akan tolerir kepada anak buah kami yang menggunakan narkoba," tegasnya. Baik diliar lapas atau di dalam lapas, gunakan narkoba adalah perbuatan yang melanggar hukum dan haruslah ditindak.(aan)

 

Berita Terkait