Sipir Lapas Konsumsi Obat Asma

Sipir Lapas Konsumsi Obat Asma

  Rabu, 17 February 2016 08:14
Gambar dari JawaPos

Berita Terkait

PONTIANAK- Kepala Rumah Tahanan Kelas IIA Pontianak Seno Utomo mengklarifikasi jika ada pegawai Rutan Klas IIA Pontianak yang dinyatakan positif dalam tes urine yang dilaksanakan Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, kemarin.

“Kemarin kami melakukan tes urine kepada sejumlah pegawai dan warga binaan. Hasilnya ada satu yang positif, bukan dua. Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, penyebab positifnya urine petugas ini lantaran mengonsumsi obat asma, bukan narkoba,” kata Seno Utomo.Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum Ham Kalbar melakukan tes urine sebanyak 63 orang, terdiri dari pegawai dan warga binaan yang diambil secara acak. “Ini bukti kalau kami juga berkomitmen turut ‎pemberantasan peredaran gelap narkotika, yang dilakukan tak hanya kepada para tahanan, tapi dari lingkungan sendiri,” terangnya.

“Tak hanya itu, komitmen kami kalau ada pegawai terbukti akan diproses sesuai peraturan yang berlaku dan tak pandang bulu,” tegasnya.Tampak satu persatu petugas sipir dan pegawai Rutan diabsensi dan diambil urine untuk dites, selama proses pemeriksaan ini dikawal ketat oleh Satgas Divisi Pas Kanwil Kemenkum Ham Kalbar.Darmadji, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Kalbar juga menuturkan jika ada yang positif menyalahgunakan narkotika, maka pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan tindakan hukum.

“Jika benar ada yang mengkonsumsi narkotika, akan kami bina dengan dimutasikan, tapi juga diawasi‎, jika masih terbukti terus terpaksa dipecat,” katanya.Menurut Darmadji, sudah ada enam atau enam petugas dan pegawai lingkungan Kementerian Hukum dan HAM di Kalbar ini dipecat gara-gara narkotika. “Karena kami tidak main-main jika ada tersandung dengan narkotika,"tegasnya.Kegiatan pemeriksaan urine kepada petugas, pegawai dan warga binaan di Lapas dan Rutan, tak hanya dilakukan di Pontianak saja, tetapi pihaknya akan terus berlanjut dan waktunya mendadak.

Tak hanya melalui pemeriksaan urine saja, pihaknya melakukan mengawasi peredaran narkotika di kawasan Rutan dan Lapas, kepada pengunjung pun tetap di lakukan pengawasan, baik pemeriksaan dan memantau melalui CCTV.“Sudah beberapa kali, kami temukan di Singkawang dan Mempawah dengan modus beragam yakni memasukan sabu melalui pasta gigi atau odol dan kedalam makanan, yakni bakso yang terbaru, berarti kalau sudah begitu kita menilai ini suatu kebutuhan,” pungkasnya. (arf)

 

Berita Terkait