Sinonim Memperluas Cakrawala Berbahasa Kita

Sinonim Memperluas Cakrawala Berbahasa Kita

  Rabu, 23 December 2015 07:30   1

Ilmu pengetahuan dan teknologi dua hal yang berhubungan dalam perkembangan saat ini. Perkembangan itu didukung oleh kepiawaan kita dalam menafsirkan informasi yang disampaikan oleh setiap pemberi informasi. Informasi yang diberikan haruslah dengan bahasa yang menarik, hemat, dan tentu saja sesuai dengan penulisan bahasa Indonesia yang benar. Untuk  memberikan informasi yang baik, benar dan menarik, diperlukan pengetahuan berbahasa khususnya pengusaaan bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain (sinonim). Penguasaan kata atau sinonim memudahkan kita dalam memberikan informasi atau mengembangkan imajinasinya dengan baik.

Penggunaan sinonim mutlak diperlukan dalam menuangkan ide-ide kreatif kita agar pembaca atau pendengar tidak bosan dengan informasi yang diberikan. Kata-kata bersinonim  yang tidak asing ditelinga dan penglihatan kita, misalnya kata awasi dan amati,  ada dan hadir, angkuh dan sombong, biasa dan rutin. Kata bersinonim tersebut akan dibahas dalam tulisan ini. Kata awasi dan amati bentuk (v) dalam bahasa Indonesia. Kedua istilah tersebut memiliki makna hampir sama, namun kenyataan berbeda. Kata awasi, mengawasi bermakna ‘melihat dan memerhatikan tingkah laku orang lain’, ‘mengamati dan menjaga dengan baik-baik’; mengontrol. Sedangkan kata amati, mengamati memiliki makna ‘melihat dan memerhatikan dengan seksama atau dengan teliti’, ‘mengobservasi’.  Mengawasi mengandung makna ‘mengamati dan menjaga sesuatu’, sedangkan mengamati memiliki unsur ‘menjaga’ tetapi ‘melihat dan memerhatikan dengan teliti’.

Ada merupakan bentuk (v) dalam bahasa Indonesia yang bermakna ‘hadir’, ‘telah sedia’, ‘mempunyai’, dan ‘benar/ sungguh’(untuk menguatkan sebutan). Untuk menyatakan keadaan berarti ‘perihal ada’, ‘ihwal ada; keberadaan ‘eksistensi”. Sedangkan hadir (v) bermakna ‘ada’; (ada) datang (present).  Ada dan hadir  dapat saling menggantikan ketika bermakna ‘datang’. Misalnya, mereka hadir/ada di sini sejak kemarin. Akan tetapi, ia tidak ada uang berarti ‘ia tidak memiliki atau tidak mempunyai uang’. Sinonim lain dari ada dan hadir, yaitu  telah sedia, punya, memiliki, apakah, benar, dan sungguh-sungguh.

Angkuh dan sombong bentuk (adj) dalam bahasa Indonesia.  Angkuh bermakna ‘merasa tinggi diri’; ‘merasa mulia (hebat, pandai, dsb) dengan menganggap orang lain lebih rendah padahal ia sendiri belum tentu mulia, hebat, atau pandai dsb. Sedangkan sombong bermakna ‘merasa tinggi diri’,’megah diri’; menyombongkan diri bermakna ‘meninggikan diri’, ‘memegahkan diri’ (ditunjukkan lewat perbuatan atau perkataan dsb. Biasanya karena memang hebat, bisa, mampu atau kaya dsb). Sinonim yang hampir sama dengan angkuh dan sombong , yaitu pongah, takabur, congkak, dan arogan. Pongah memiliki makna ‘sangat angkuh’. Makna pongah lebih dekat ke angkuh ‘merasa diri lebih dsb. daripada orang lain dan menganggap orang lain rendah. Takabur memiliki makna ‘merasa tinggi diri, hebat, mulia, pandai, dsb. dengan sering menunjuk-nunjukkannya kepada orang lain tetapi dengan tidak merendahkan orang lain’.

Biasa dan rutin merupakan dua kata dalam bahasa bahasa Indonesia yang sering digunakan. Biasa bentuk (adj)yang bermakna ‘lazim’, ‘umum’, ‘seperti sedia kala’ (sebagai mana yang sudah-sudah), ‘sudah merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, ‘sudah menjadi adat, kebiasaan’. Sedangkan rutin (n)  bermakna ‘prosedur yang teratur dan tidak berubah-ubah’, ‘hal yang terbiasanya prosedur, kegiatan, pekerjaan, dsb’.  

 

*) Peneliti Balai Bahasa Provinsi Kalbar