Singing From The Heart

Singing From The Heart

  Rabu, 9 December 2015 08:50
Gambar dari internet

Berita Terkait

Ketika mendengar kata paduan suara (padus) atau pun choir pasti akan terpikir di benak sobat X sekelompok orang yang bernyanyi di atas panggung dengan iringan alat musik atau ensambel. Tak dapat dipungkiri di zaman sekarang sangat langka ditemukan muda-mudi yang menyukai paduan suara atau koor karena dinilai kuno, terlalu formal dan membosankan.
Kebanyakan muda-mudi lebih menyukai penampilan penyanyi solo atau band-band dengan aliran tertentu ketimbang harus menikmati paduan suara. Hal ini nggak berlaku bagi Gilbert, Winda dan Yersin yang justru menyukai paduan suara dan bahkan masuk sebagai salah satu remaja yang aktif mengikuti paduan suara di gereja hingga sekarang. Tim X mempertemukan mereka nih, yuk simak cerita ketiganya!
By: Diera Grandistasya
Bermula dari latar belakang keluarga yang juga aktif dalam paduan suara gereja, baik Yersin maupun Winda, keduanya mengaku mengikuti jejak keluarganya tersebut. Berbeda dengan Gilbert yang mulai mengikuti padus berkat rayuan teman-teman di gerejanya. Siapa yang sangka anak kedua dari lima bersaudara ini justru menikmati dan aktif mengisi paduan suara hingga saat ini. Padahal awalnya Gilbert sama sekali tidak terpikir akan masuk dalam koor dan menjadi salah satu pengisi suara bass di sana.
Kepiawaian mereka dalam mengeluarkan nada-nada indah juga nggak luput dari sosok yang menginspirasi ketiganya. Ketika ditanya mengenai siapa yang menginspirasi, ketiganya punya jawabannya masing-masing. Winda memilih guru sekolah Minggu di gerejanya sebagai sosok yang menginspirasinya untuk terjun di paduan suara. “Aku suka banget sama beliau soalnya selain aktif banget di gereja, beliau mengabdi tanpa pamrih,” ucap Winda dengan penuh kagum.
Bak pepatah, buah tak jatuh dari pohonnya, Yersin justru terinspirasi dari keluarganya yang merupakan pengisi paduan suara gereja. Bagi doi, sosok bapak, om dan tantenya punya peran penting dalam prestasinya di bidang tarik suara. Bagi cewek timur ini, mereka adalah inspirasi sekaligus motivasi hidupnya untuk terus berprestasi. “Mereka itu yang paling berpengaruh di hidupku dalam berbagai hal, termasuk menjadi koor di gereja. Aku senang sekali punya mereka, mereka yang buat aku jadi sosok religius dan pantang menyerah seperti sekarang,” cuap Yersin menjelaskan.
Berbeda dari keduanya, Gilbert punya cerita sendiri ketika ditanya siapa yang menginspirasinya bergabung dalam koor. “Kalau ditanya siapa yang menginspirasi sih, udah pasti teman-teman di gereja. Karena emang awalnya aku nggak ada kepikiran buat masuk, berkat ajakan mereka lah aku jadi masuk koor eh malah keasyikan mengenal dan mendalami koor sampai sekarang. Hehe,” ucap Gilbert diikuti gelak tawa.
Di tengah kesibukan ketiganya sebagai mahasiswa baru di Universitas Tanjungpura, mereka selalu menyisihkan waktu untuk aktif mengisi kegiatan-kegiatan yang ada di gereja. Belakangan ini ketiganya tengah sibuk-sibuknya mempersiapkan sebuah penampilan paduan suara yang akan dipersembahkan saat perayaan natal nanti di gereja kesayangan mereka masing-masing. Good luck, guys!**

 

Berita Terkait