Sinergi Peternakan dengan Perguruan Tinggi

Sinergi Peternakan dengan Perguruan Tinggi

  Selasa, 19 September 2017 10:06
SINERGI: Universitas Tanjungpuran dan PT Charoen Pokhpand Indonesia (CPI) bekerjasama dalam bidang pendidikan. CPI juga meberikan beasiswa penuh kepada 20 mahasiswa Untan. ARISTONO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kedaulatan Pangan

PONTIANAK - Pembangunan peternakan tidak bisa terlepas dari dampak perdagangan pasar bebas. Industri peternakan dihadapkan pada tantangan persaingan pasar, terutama dalam produktivitas. Salah satu yang mendukungnya adalah peningkatan sumber daya manusia dan inovasi. Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur Charoen Pokhpand Indonesia (CPI), Thomas Effendy dalam kuliah umum di Aula Rektorat UniversitasTanjungpura, kemarin (18/9).

“Kami perlu bersinergi tidak hanya dengan pemerintah,  namun juga dengan Perguruan Tinggi untuk mewujudkan kemandirian pangan dan sumber protein asal ternak. Terutama dalam bidang pengembangan dan inovasi teknologi di peternakan. Kedaulatan sektor pangan dapat terwujud bila kita bisa menembuhan siste produksi yang tepat dan efisien,” ujar pucuk pimpinan perusahaan peternakan dan industri makanan raksasa tersebut.

Menurutnya, Kalbar memiliki potensi besar dalam untuk menjadi sentra produksi pangan, termasuk peternakan.  Sementara Untan memiliki aset sumberdaya dan fasilitas pendidikan, untuk turut membangun industri peternakan dan sektor pangan lainnya. Dia menyebut, pihaknya membuka diri bagi Untan untuk memanfaatkan area pembibitan dan peternakan bagi praktik lapangan mahasiswa.

Menurutnya transfer ilmu yang diberikan kampus kepada mahasiswanya perlu diterjemahkan ke praktik. Termasuk praktik di peternakan berskala besar dan modern. “Pengetahuan itu dapat diimplementasikan ke praktik. Jangan teori kita hapal, tetapi bentuk kaki ayam seperti apa tidak tahu," kelakar dia.

Lanjut dia, CPI juga memberikan beasiswa kepada 300 mahasiswa di 13 perguruan tinggi se-Indonesia. Salah satunya dengan Untan yang pada tahap awal mendapatkan jatah 20 mahasiswa penerima beasiswa, dimana nota kesepahamannya ditandatangani kemarin. beasiswa akan diberikan hingga para mahasiswa tersebut menyelesaikan studinya selama mereka dapat mempertahankan prestasi akademisnya.

“Kami memberikannya kepada mahasiswa kurang mampu tetapi berprestasi. Minimal IPK-nya harus 3,00. Terutama mereka yang berkuliah di fakultas pertanian atau peternakan. Tidak ada ikatan kerja, tetapi kalau setelah lulus mereka mau masuk ke CPI, tentu kita prioritaskan,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Rektor III Untan Kamarullah menyambut baik kerjasama dengan CPI. “Tentu akan membantu mahasiswa kita yang punya hambatan finansial tetapi memiliki prestasi akademis yang tinggi. Bantuan kerja sama ini akan lebih meringankan bagi kami untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan biaya pendidikan,”tutupnya. (ars)
 

Berita Terkait