Sindrom Klub Besar

Sindrom Klub Besar

  Selasa, 15 December 2015 07:00

Berita Terkait

VILLARREAL – Sejak dipermalukan Barcelona dalam El Clasico, 22 November lalu, Real Madrid berhasil bangkit dengan mengantongi lima kemenangan beruntun di berbagai kompetisi, termasuk saat menghajar Malmo 8-0 di ajang Liga Champions. Sekilas, segalanya seolah berjalan sempurna bagi El Real. Ternyata itu hanya ilusi. Sebab, faktanya, tim besutan Rafa Benitez ini kembali terjungkal saat menghadapi klub-klub ternama.

Itu terjadi dinihari kemarin atau lima hari setelah menghajar Malmo. Bertandang ke El Madrigal, Los Blancos dipecundangi Villarreal dengan skor 1-0. Ini seperti sebuah sindrom bagi El Real. Sindrom yang datang setiap kali mereka menghadapi klub-klub ternama. Pasalnya, Madrid juga mengalami kekalahan saat melawan Barcelona dan Sevilla, serta gagal meraih kemenangan saat menghadapi Atletico Madrid.

Seperti saat dikalahkan Barcelona dan Sevilla, atau ketika bermain imbang dengan  Atletico, El Real tampil di bawah level permainannya saat menghadapi tuan rumah Villarreal. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan memulai dengan tempo lambat di El Madrigal dan langsung tertinggal 1-0 saat laga berjalan sembilan menit. Gol Villarreal itu dilesakkan oleh mantan pemain Madrid Roberto Soldado.

Permainan Los Blancos membaik di babak kedua. Namun peluang demi peluang tak mampu dikonversi menjadi gol, meski Rafa sudah memasukkan Isco, Mateo Kovacic, dan Jese Rodriguez. ”Seharusnya kami bisa lebih aktif sejak awal. Di babak pertama kami kekurangan intentisitas dan semangat tim,” kata Pepe mengomentari performa timnya seperti dilansir Goal.com.

”Sulit untuk menjelaskan kekalahan ini,” Benitez menambahkan, dengan nada kurang meyakinkan. ”Kami bereaksi dengan baik di babak kedua, jadi kami harus menganalisa mengapa kami tidak melakukan hal yang sama di awal pertandingan.”

Seperti yang diungkapkan Pepe, tak ada kohesifitas dalam serangan dan permainan  yang diperagakan Madrid. Segalanya memang berjalan sempurna saat Madrid menggilas Malmo, wakil Swedia yang sedang tertatih-tatih di liga domestik, namun melawan Villarreal yang berambisi finish di zona empat besar La Liga, Madrid tidak memperlihatkan permainan yang sama.

Kekalahan dari The Yellow Submarine menjadi kekalahan ketiga El Real hingga pekan 15. Total, Madrid hanya meraih sembilan kemenangan saja. Dan ini tercatat sebagai awal terburuk di pentas La Liga sejak musim 2008/2009. Madrid juga gagal memanfaatkan kesempatan untuk memperpendek jarak dengan Barcelona yang sehari sebelumnya bermain imbang dengan Deportivo La Coruna.

Alhasil, di papan klasemen sementara, El Real masih bertahan di peringkat tiga dengan torehan 30 poin. Mereka tertinggal lima poin dari Atletico Madrid dan Barcelona yang sama-sama memuncaki klasemen La Liga. Madridista di seluruh dunia punya alasan untuk mulai mencemaskan tim kesayangan mereka. Apalagi jika melihat trend buruk ketika timnya menghadapi tim-tim ternama. Namun, Benitez masih yakin skuad arahannya bisa bermain lebih baik lagi pada laga-laga berikutnya.

”Di La Liga kami masih menjadi tim yang paling banyak melepaskan tendangan ke arah gawang. Tapi kami harus bisa lebih efektif lagi. Kami tahu, untuk bersaing di La Liga, kami harus meraih kemenangan sebanyak mungkin,” ujar Benitez. (ish)

Berita Terkait