Simpan Supersoft buat Kualifikasi dan Race

Simpan Supersoft buat Kualifikasi dan Race

  Sabtu, 16 April 2016 09:01
Rio Haryanto

Berita Terkait

RIO Haryanto mengawali sesi latihan bebas hari pertama GP Shanghai dengan hasil positif. Posisinya bersaing dengan para pembalap Sauber dan Renault. Dia juga kompetitif saat berhadapan dengan rekan setimnya di Manor-Mercedes, Pascal Wehrlein.

Memulai sesi pagi, pembalap 23 tahun itu langsung head-to-head dengan Wehrlein. Dia melompat ke urutan ke-16 pembalap tercepat. Lap terbaiknya 1 menit 41,614 detik. Itu lebih bagus daripada Jolyon Palmer (Renault), Felipe Nasr (Sauber), dan Wehrlein. Rio juga mengepras jaraknya dengan pembalap tercepat Nico Rosberg (Mercedes) dari 4 detik menjadi 3,5 detik.

Wehrlein berada di urutan ke-18 dengan selisih 1,2 detik dari Rio. Keduanya sama-sama menggunakan ban medium saat mencatatkan waktu terbaik. Ini adalah kali pertama Rio mengungguli rekan setimnya di sesi latihan bebas.

Memasuki sesi sore, performa Rio terus membaik. Catatannya dipertajam menjadi 1 menit 40,550 detik dengan ban lunak (soft). Wehrlein baru menyalip Rio setelah mengganti ban ke soft. Rio mengakhiri latihan di posisi ke-19, di depan Nasr dan pembalap Haas-Ferrari Esteban Gutierrez. Sayang, dia tidak mampu memperbaiki catatan waktu pada 20 menit terakhir menjelang penutupan sesi.

’’Ya, di 20 menit terakhir kami keluar nggak menggunakan ban baru, dan fokus pada long run,’’ jelas Rio setelah latihan. ’’Biasanya saat long run kami menggunakan bahan bakar lebih banyak dan ban lebih keras, karena tujuannya ingin mendapatkan waktu konsisten,’’ lanjutnya.

Rio menjelaskan, timnya belum memutuskan menjajal ban supersoft pada hari pertama latihan. Rencananya, jika hari ini tidak hujan, ban paling cepat itu bakal digunakan di sesi latihan bebas ketiga. ’’Kalau pakai supersoft, ada waktu lap yang bisa ditambah antara 0,7 sampai 1 detik,’’ katanya. Namun, jika hujan, sangat mungkin ban supersoft itu disimpan hingga kualifikasi atau race.

Strategi menyimpan ban supersoft direncanakan sejak awal karena stok mereka hanya empat set. Sedangkan hanya ada lima ban berkompon soft, dan sudah dipakai satu untuk latihan kemarin. ’’Kami memilih kompon lebih keras (kemarin). Karena kalau nggak hujan, sirkuitnya akan lebih bagus besok (hari ini),’’ jelasnya.

Bagaimana dengan isu degradasi ban di Sirkuit Shanghai? Menurut Rio, ban soft bagus untuk mengejar di lap-lap awal dan mendapatkan posisi terbaik. Namun risikonya, setelah 2–3 lap, permukaan ban akan mulai menipis. Sementara itu, dengan medium, Rio harus menunggu hingga 10 lap untuk mendapatkan cengkeraman dan temperatur yang pas untuk mengejar ketertinggalan.

Dari catatan top speed, mobil Manor tidak mengalami masalah. Namun, ketika melintasi banyak tikungan seperti di sektor 2 Sirkuit Shanghai, MRT05 tidak berdaya. ’’Kami butuh downforce,’’ tegas Rio.

Dengan 56 lap balapan, pembalap asal Solo itu memprediksi bisa melewatinya dengan tiga kali pit stop. Bisa menggunakan soft, kemudian medium, lalu terakhir supersoft untuk mengejar lawan di depan. (cak/c17/na)

Berita Terkait