Simpan Ganja, Awk Dibekuk

Simpan Ganja, Awk Dibekuk

  Sabtu, 22 Oktober 2016 09:28

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kapuas Hulu kembali menciduk pemakai narkoba. Kali ini yang digerebek pengguna narkotika jenis ganja di salah satu toko distro di Jalan Lintas Selatan Simpang SMAN 2 Kelurahan Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan, Selasa (18/10), sekira pukul 14.30 WIB. Pemilik distro atas nama Awk (26) ditangkap setelah diketahui memakai dan menyimpan ganja.

Kepada sejumlah wartawan, Jumat (21/10) pagi, kepala Satresnarkoba Polres Kapuas Hulu, Iptu Edhi Trisno Tarigan, menjelaskan bagaimana pengungkapan kasus kepemilikan narkotika jenis ganja tersebut. Dia mengungkapkan, berdasarkan informasi bahwa di distro house itu sering dijadikan sebagai tempal kumpul-kumpul anak-anak muda. “Mendapat informasi itu, kami lakukan pendalaman. Selasa (18/10) jam 14.30 WIB turun,” paparnya.

Saat turun ke lokasi, mereka melakukan penangkapan dan penggeledah terhadap tersangka. Pada saat itu mereka menemukan ganja di kamar tersangka. “Hasil penggledahan di kamar tersangka, ditemukan lima klip plastik kecil yang diduga  ganja yang tersimpan di tas stik drum band,” jelasnya.

Dari penggeledahan tersebut, Awk dan barang buktinya langsung dibawa ke Satresnarkoba, guna penyidikan lebih Lanjut.

Kemudian, sambung Edhi, pada Rabu (19/10), dilakukan uji laboratorium terhadap barang bukti (BB) yang diduga ganja tersebut di Balai POM Pontianak. Hasilnya, ditegaskan dia, positif ganja dengan berat bersih BB, 5 kilogram, 13,8502 gram. Saat ini, tersangka dan BB masih diamankan mereka di Satresnarkoba sambil menunggu proses penyidikan selanjutnya. “Hasil uji dari BPOM barang itu positid ganja,” terangnya.

Adapun BB yang disita petugas Satresnarkoba dari tersangka di antaranya 5 paket yang diduga ganja, sebuah tas stik drum, dan satu bungkus paper. Pelaku akan dijerat mereka dengan pasal 111 dan 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Mereka sendiri terus melakukan berbagai upaya, baik itu pencegahan maupun penindakan.

“Kami tidak hanya melakukan penindakan, tapi juga melakukan pecegahan,” kata Edhi. Pencegahan yang dimaksud mereka adalah melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah hingga ke kecamatan.

Selain itu mereka juga menyebarkan pamflet dan memasang spanduk tentang bahaya narkoba. Mereka pun menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mengingat, negara sudah menyatakan perang melawan narkoba. (aan)

 

Berita Terkait