Sigra dan Calya; Murah dan Komplet

Sigra dan Calya; Murah dan Komplet

  Sabtu, 13 Agustus 2016 11:33
FOTO RAKA DENY/JAWA POS

Berita Terkait

DAIHATSU dan Toyota baru saja meluncurkan 7seater low cost green car (LCGC) Sigra dan Calya saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada Kamis (11/8). Passer kendaraan penumpang multipurpose vehicle (MPV) bakal makin kuat.

Peluncuran kendaraan proyek bersama Toyota dan Daihatsu dalam pembukaan GIIAS meniru rilis LCGC Toyota Agya dan Daihatsu Ayla pada 2013. Sigra dan Calya pun dibekali mesin berkapasitas 1.000 cc dan 1.200 cc.

Meski harganya terjangkau, Sigra dan Calya bukan kendaraan murahan. Mesin Daihatsu Sigra dan Toyota Calya sudah meng­adopsi teknologi dual variable valve timing intelligent(VVT-i) yang juga digunakan Grand New Avanza, Camry, dan Corolla Altis. Bedanya hanya terletak pada kapasitas mesin yang lebih rendah.

Calya yang juga diproduksi di pabrik milik Daihatsu di Karawang bakal memakai mesin 3NR-FE yang selama ini dipakai Etios Valco. Kapasitas mesinnya mencapai 1.197 cc, tetapi lebih sering disebut 1.200 cc.

Mesin 4 silinder dan 16 katup itu mampu mengeluarkan tenaga maksimum 80 daya kuda dan torsi maksimalnya 104 nm pada putaran mesin 3.100 rotary per minute (RPM). Karena Calya masih masuk kategori LCGC, konsumsi bahan bakarnya diperkirakan 1 liter untuk 20 kilometer. Seperti Agya dan Ayla, mesin Calya dan Sigra didesain untuk mengon­sumsi bahan bakar pertamax.

Chief Engineer Daihatsu Motor Company Nobuhiko Ono mengakui, Sigra dan Calya lahir dari keunikan pasar Indonesia yang menyukai mobil murah tetapi mampu mengangkut lebih banyak penumpang.

''Awalnya, kami berpikir bahwa Ayla akan menjadi produk yang paling disukai pasar di Indonesia. Sebab, Ayla itu LCGC yang ramah lingkungan, stylish, dan harganya murah. Ternyata kami salah,'' katanya.

Karakter mobil keluarga di Indonesia diakuinya berbeda dengan mobil keluarga di Jepang. Di Jepang, keluarga hanya ter­diri atas ayah, ibu, dan anak. Di Indonesia, definisi keluarga juga meliputi paman, bibi, hingga suster.

Karena karakter yang unik tersebut, pasar Ayla yang hanya mampu memuat lima orang jelas kalah oleh Xenia yang mampu diisi 7 orang. ''Kami meluncurkan Xenia sejak 2004 dan pasarnya cukup bagus sampai sekarang,'' ujar Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra.

Keyakinan serupa datang dari Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso.

Pangsa pasar Ayla di segmen LCGC mencapai 23 persen. Namun, sejak 2013, angka penjualannya stagnan di kisaran 3.500 unit per bulan. Sebaliknya, Xenia justru tumbuh positif dengan rata-rata penjualan 4 ribu unit per bulan.

Bukti besarnya minat pasar kendaraan tujuh penumpang terlihat dari inden yang diterima sejak Daihatsu memperkenalkan Sigra pada media beberapa pekan lalu. Daftar tunggunya kini sudah mencapai 2.000 unit.

Amelia tidak khawatir terjadi perpindahan konsumen dari Xenia ke Sigra yang sama-sama mampu menampung tujuh penumpang. Alasannya, mayoritas pemesan Sigra merupakan pemakai langsung, bukan perusahaan (fleet) yang tetap menggemari Xenia. ''Banyak yang pesan Sigra untuk dijadikan taksi online,'' jelasnya.

Wakil Presiden Direktur Toyota Astra Motor Henry Tanoto menyebut Calya sebagai kendaraan murah dan komplet. Dia berharap mobil barunya mampu mengulang kesuksesan Avanza dan Kijang. ''Kami harap bisa memberikan kepuasan yang tinggi kepada pelanggan,'' tuturnya. (rin/wir/dim/c14/noe)

Berita Terkait