Signal Iduna Itu Kisah Lama

Signal Iduna Itu Kisah Lama

  Kamis, 7 April 2016 09:07
Aubameyang dan Sturridge

Berita Terkait

DORTMUND – Kembali ke Signal Iduna Park, bagi Juergen Klopp itu seperti kembali ke rumah. Tapi itu dulu. Masa ketika Klopp dianggap seperti dewa yang memberikan beberapa gelar kepada Borussia Dortmund. Dini hari nanti, Kloppo – sapaan akrab Klopp – akan kembali ke tempat yang memberinya banyak memori indah selama tujuh musim sejak 2008 hingga 2015. 

Bukan lagi merangkai memori indah itu dengan Die Borussen – julukan Dortmund. Sebaliknya, Klopp datang untuk melupakan kisah lama itu bersama Liverpool di dalam leg pertama perempat final Europa League 2015-2016. ''Ini bukan soal cinta lama dan cinta baru saya. Ini tentang Liverpool lawan Dortmund,'' ujar Klopp, sebagaimana dikutip dari situs resmi klub. 

Bersama Klopp, Dortmund merengkuh lima gelar. Dua kali Bundesliga (2010-2011, 2011-2012) lalu sekali DFB Pokal (2011-2012) dan dua kali DFL Super Cup (2013 dan 2014). Sementara, dini hari nanti Klopp justru datang dengan tuntutan membunuh peluang Dortmund di kandang sendiri menyegel tempat di semifinal. 

Der trainer 48 tahun itu meyakinkan, bahwa tidak ada pergulatan hatinya antara Dortmund dan Liverpool. Klopp sudah terbiasa menghadapi mantan klubnya, seperti saat Dortmund menghadapi FSV Mainz yang sama-sama pernah dibesutnya. ''Faktanya, Dortmund sekarang sudah beda gaya mainnya. Game plan sudah kami siapkan, jika itu sukses, maka kami bisa punya kesempatan,'' ungkap Klopp. 

Tugas pertamanya adalah bagaimana cara mengisolasi serangan Dortmund dari Pierre-Emerick Aubameyang. Selama Europa League musim ini, Dortmund minimal mencetak dua gol saat bermain di kandangnya sendiri. Catatan itu sejalan dengan rekor gol per game Dortmund dalam 10 laga terakhir di segala ajang, 2 gol.

Untuk meredamnya, Klopp akan tetap mempertahankan komposisi defense-nya dalam tiga laga terakhir. Bersama duet Mamadou Sakho dan Dejan Lovren di bek tengah, Liverpool kebobolan 1,6 gol per game. Klopp konfiden memasang Sakho meskipun performanya tengah dalam sorotan. ''Kami tidak perlu mengistirahatkan siapapun,'' lanjutnya. 

Dalam wawancaranya kepada ITV, kapten Jordan Henderson menegaskan bahwa yang terbawa atmosfer reuni hanya Klopp. Tidak dengan penggawa Liverpool yang tetap menginginkan kemenangan di Dortmund. Sekalipun, rekor klub-klub Inggris saat bermain di Signal Iduna tidak terlalu mentereng. Dari 10 duel, rekornya 1 menang, 3 imbang, 6 kalah.

Hanya, Hendo – sapaan akrab Henderson – menilai Liverpool sudah siap menghadapi tim kuat mana pun di Eropa. Dia mencontohkan suksesnya menyingkirkan Manchester United di fase 16 Besar lalu. Menang 2-0 di kandang (11/3), lalu berimbang 1-1 di Manchester (18/3). ''Mudahnya, di sini kami bermain aman, lalu kami bunuh Dortmund di Anfield,'' koar gelandang bertahan berusia 25 tahun itu. 

Meski demikian, Manuel Neuer yang notebene penjaga gawang Bayern Muenchen menyatakan tidak akan semudah itu Liverpool hitung-hitungan melawan Dortmund. Sebagaimana dilansir Mirror, Neuer menyebut Dortmund sebagai tim yang kerap bermain tidak terduga. ''Bayern saja harus waswas kehilangan peluang dari Dortmund musim ini. So, Liverpool harus bersiap menjalani laga sulit,'' sebut Neuer. 

Dortmund sendiri tidak akan melakukan persiapan istimewa menatap laga yang istimewa ini. Terlepas dari kehilangan bek Neven Subotic sampai akhir musim, armada Thomas Tuchel masih punya Sokratis Papastathoupoulos untuk mendampingi Matt Hummels di jantung pertahanan. Kebobolan dua gol melawan Werder Bremen akhir pekan lalu (2/4) lalu harus jadi pelajaran. 

Sebab, itu menjadi kali pertama gawang Dortmund kebobolan setelah tiga laga kandang selalu berakhir clean sheet. ''Werder (Bremen) berbeda kekuatannya dengan Liverpool. Tapi, jangan sampai gugup lagi seperti kemarin (melawan Bremen). Nikmati saja permainan melawan Liverpoool,'' saran Tuchel dari situs resmi klub. 

Tuchel punya pengalaman menghabisi klub wakil Premier League di Europa League musim ini. Pada babak 16 Besar lalu, Tottenham Hotspur yang termasuk kandidat kuat juara Premier League saja dibuat tidak berdaya. Spurs dipecundangi dalam dua leg, dan di Signal Iduna Dortmund menang tiga gol tanpa balas. (ren)

Berita Terkait