Siapkan Jadup eks Gafatar

Siapkan Jadup eks Gafatar

  Minggu, 24 January 2016 07:44
Mensos Khofifah Indar Parawansa

Berita Terkait

KEMENTERIAN Sosial menyiapkan jaminan hidup selama 30 hari ke depan bagi bekas pengikut Gafatar sebesar Rp300 ribu. Jatah hidup ini diberikan saat berada di atas kapal KRI bagi mereka yang dipulangkan dari Kalbar menuju provinsi asalnya, melalui jalur laut.

Jumlah yang diberikan itu dengan perincian sebesar Rp10 ribu perhari yang dikali 30 hari, sehingga menjadi Rp300 ribu. Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa mereka yang pulang menggunakan kapal ini akan transit di masing-masing provinsi. Selanjutkan, dia menambahkan bahwa mereka akan dilakukan proses identifikasi. Mensoso juga memastikan bahwa akan disiapkan tim rapid assessment untuk penanganan trauma healing dan counselling buat mereka. Khofifah yakin jika mereka yang dipulangkan ini memiliki rasa khawatir mengalami resistensi dari keluarga dan masyarakat sekitar. Hal ini, menurut dia, harus diatasi agar tidak menjadi masalah baru. “Saya minta mereka tidak usah punya kekhawatiran akan ada resistensi dari keluarga dan masyarakat sekitar,” ujar Khofifah.

Khofifah berharap agar para bekas anggota Gafatar ini tak dikucilkan. Dia meminta agar mereka didekati dan diberikan bimbingan agar sadar. “Mereka tidak boleh dijauhi, sebaliknya harus didekati dan diberikan bimbingan agar sadar,” katanya.

Setiap manusia, menurut Khofifah, memiliki potensi salah dan khilaf. Jika mereka mau meluruskan niat kembali ke jalan yang benar, menurut dia, harus didukung dan diberikan semangat. “Manusia tempat salah dan khilaf, bagi mereka yang ingin kembali ke jalan benar harus dibimbing dan diberikan dukungan semua pihak, ” ungkapnya.

Ia menambahkan koordinasi Dinas Sosial Provinsi Kalbar dalam proses pemulangan sangat penting. Hal ini, menurutnya, untuk langkah rehabilitasi sosial dan penyiapan program setelah dikembalikan daerah asal masing-masing. “Di sini kinerja Dinsos Provinsi diuji, khususnya dalam proses rehabilitasi sosial para bekas anggota ormas Gafatar tersebut,” tuturnya. (uni/r)

 

 

 

Berita Terkait