Siapkan Guru Privat via Online

Siapkan Guru Privat via Online

  Sabtu, 6 Agustus 2016 09:53

Berita Terkait

 
Pertumbuhan startup di Pontianak sedang masa terbaiknya. Banyaknya startup digital muncul dengan beragam ide. Persaingan ide mereka pun menjadi tantangan selanjutnya. Kini untuk mencari tenaga pendidik luar sekolah pun tak sulit. Cukup dengan menggerakan jari anda di gadget.

MIFTAHUL KHAIR, Pontianak

IDE segar lahir dari berbagai permasalahan yang ada di kota Pontianak. Startup muda datang dengan inovasinya menyelesaikan permasalahan yang ada di Kota Pontianak. Masyarakat Kota pun semakin diminta untuk siap menghadapi ide-ide tersebut.

Dari banyaknya segmen yang diambil banyak startup, tiga sekawan ini mengambil segmen yang bisa dibilang masih langka di Pontianak. Mereka berusaha mengambil peluang dari dunia pendidikan. Berawal dari kegundahan orang tua akan sulitnya mencari guru privat, ditambah majunya teknologi saat ini, membuat Randa Reynaldi (23), Syarifah Wardatul Fitri (23), dan Muhammad Ridho (23) melahirkan ide untuk menghadirkan jasa penyedia guru privat berbasis online pertama di Pontianak.

Diceritakan Randa (23), pencetus pertama ide itu, Gurukite.com lahir setelah melihat dan mendengar curahan hati orang tua yang merasa sangat kesulitan saat ingin mencari guru privat untuk buah hati mereka. Hal itu ditambah dengan riset yang ia lakukan bersama dengan kedua temannya, Fitri (23) dan Ridho (23), bahwa kota ini membutuhkan sebuah sistem yang dapat menanggulangi keresahan dari kebanyakan orang tua di Pontianak.

“Kami melihat teknologi sudah maju. Harusnya ada satu sistem yang memudahkan itu,” katanya kepada Pontianak Post di kantor Gurukite di Jalan Kom Yos Soedarso Gang Bayam, Pontianak, pekan lalu.

Setelah itu, lahirlah ide untuk membuat sebuah situs dan aplikasi berbasis android untuk menyediakan segala macam guru. Dari guru akademik dan non-akademik. Semua itu sudah ada dalam rencana untuk menjadi salah satu misi untuk kemudahan akses dan memajukan pendidikan di Kalimantan Barat. Resmi diluncurkan April 2016 lalu, ide mereka sudah menuai respons positif dari masyarakat hingga beragam penghargaan.

Berjalan hampir empat bulan, mereka kini sedang memasuki tahap pendaftaran guru provat. “Sampai saat ini sudah ada 164 guru yang mendaftar, dari berbagai mata pelajaran. Dari mahasiswa sampai para guru,” kata Randa. Jumlah itu sebenarnya masih belum memenuhi targetnya dalam pemenuhan jumlah guru privat. “Sebelumnya kami targetkan mungkin sampai 500 guru,” katanya lagi.

Modal pertama yang pertama mereka keluarkan ialah dari kantong sendiri, bekisar Rp 500.000 sebelum akhirnya situs gurukite.com diluncurkan. Menurut Randa, yang menarik ialah cara dari mereka akan mendapatkan omzet atau pendapatan dari marketplace digital mereka. Biaya jasa yang mereka terima berupa 15% dari tarif yang ditentukan oleh para guru privat masing-masing. Dari 15% potongan tersebut, tidak seutuhnya akan masuk ke kantong Gurukite.

Sebagian kecil, atau tepatnya 5% dari potongan 15% tersebut akan disisihkan lalu disimpan ke dalam sebuah tabungan. “Nantinya dana yang terkumpul dari sana akan digunakan untuk bantuan pendidikan,” kata Randa.

Hingga ditemui Pontianak Post pekan lalu, Randa mengaku gurukite sedang dalam proses pematangan. Salah satunya ialah dengan menyiapkan database yang lengkap dan aman bagi para guru dan murid. “Setelah itu, aplikasi Android juga sedang dalam pembuatan,” katanya. Nantinya, Gurukite pun akan menyentuh semua gawai yang akan semakin memudahkan para pengguna jasa guru kite.

Masih pada bentuk yang sama, marketplace digital  hadir ke Pontianak dengan rasa berbeda dari oleh-olehpontianak.com milik Steven Budianto (30). Startup miliknya yang dijalankan berdua dengan adik kandungnya sebagai tim marketing, Priscilla Susina (27).

Ia berfokus pada berjualan oleh-oleh khas Pontianak, akan tetapi ia tidak menamai ulang atau melakukan rebranding terhadap produk yang tersedia di toko mereka. Hal itu sengaja dilakukan Budi, lantaran menurutnya ia tidak mau mematikan industri utama produsennya. “Situs ini ada untuk menjualkan produk mereka ke nusantara,” katanya.

Bukan hanya itu, lahirnya situs tersebut diakui budi juga karena ada banyak temannya yang selalu menagih oleh-oleh khas kota asalnya jika saja ia sedang kembali pulang ke Pontianak dari tempatnya bekerja. Menurutnya, ada satu peluang di sana untuk menjajakan oleh-oleh khas Pontianak ke orang-orang yang memang menggemarinya.

Lambat laun, ia pun memutar ide untuk menghadirkan sesuatu yang baru, bukan hanya berjualan online lewat kaskus atau situs e-commerce lainnya. “Harus ada satu situs khusus untuk oleh-oleh ini,” katanya. Setelah hampir tiga tahun menjalankan usaha ini, omzetnya pun terbilang menjanjikan. “Walaupun naik turun, tapi sangat tinggi,” katanya lagi. Apalagi pelanggannya yang lebih banyak datang dari luar Kalbar pun membuat pesanan oleh-oleh melalui situs tersebut selalu dalam jumlah besar.

Ide-ide tersebut bisa saja lahir dari pengalaman atau dari sekitar sang pengusaha untuk terjun dalam bisnis digital. “Startup digital Pontianak pun berkembang dengan menjanjikan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait