Siapkan Aplikasi e-Lawar, Respon Warga dalam Hitungan Detik

Siapkan Aplikasi e-Lawar, Respon Warga dalam Hitungan Detik

  Sabtu, 20 Agustus 2016 09:27
PANTAU: Sutarmidji memantau kesiapan ruang Pontianak Command Center (PCC) yang terletak bersebelahan dengan ruang kerjanya, Kamis (18/8). IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
Pemkot Pontianak tengah menyelesikan Pontianak Command Center (PCC) atau pusat ruang kendali, untuk mengatasi segala permasalahan yang terjadi dengan cepat. Ruangan yang dilengkapi berbagai perangkat IT ini akan terintegrasi ke seluruh OPD dan terkoneksi dengan aplikasi layanan masyarakat.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

MELALUI telepon pintar miliknya, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pontianak Trisna Ibrahim, menunjukkan cara kerja salah satu aplikasi smart city di hadapan awak media. Ada tiga pilihan menu yang bisa digunakan dalam aplikasi tersebut yaitu swasta, pemerintah dan forum. Ketika ia klik pemerintah, muncul lagi banyak menu lainnya terkait hal-hal yang bisa diadukan langsung oleh masyarakat pengguna aplikasi.

Saat itu Trisna mencontohkan mengklik pilihan menu sampah, lantas kamera telepon pintarnya pun terbuka, untuk siap memotret. "Nah nanti tinggal difoto jika ada tumpukan sampah di daerah tertentu, dilengkapi dengan deskripsi lokasi dan lain-lain," jelasnya usai memaparkan teknis operasional PCC di ruang kerja Wali Kota Pontianak, Kamis (18/8).

Maka dalam hitungan detik, laporan itu akan masuk ke dashboard yang ada di pusat ruang kendali dan diterima oleh operator admin. Operator admin yang menerima laporan tersebut, meneruskan laporan warga ke OPD terkait dalam hal ini Dinas Kebersihan. Oleh operator di OPD Dinas kebersihan akan mengirim petugas ke lapangan.

Standar operasional prosedur (SOP) harusnya dalam hitungan menit harus sudah ditangani petugas terkait. Ketika petugas selesai mengerjakan tugasnya, kemudian difoto situasi terbaru dan mengirimnya ke dashboard dan dari dashboard akan mengirim lagi ke warga bahwa laporannya sudah ditangani.

"Nanti kira-kira seperti itu penggunaan aplikasi yang tengah disipakan yang diberi nama e-Lawar,” jelas Trisna.

e-Lawar merupakan kepanjangan dari Laporan Warga. Melalui aplikasi yang berbasis android dan iOS ini, seluruh warga bisa melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan di Pontianak.

Adapun mekanismenya, warga terlebih dahulu mendaftarkan diri melalui aplikasi itu dengan menggunakan email dan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Setelah mendaftar, warga bisa menggunakan aplikasi tersebut dengan memilih tombol sesuai dengan permasalahan yang akan dilaporkan.

“Melalui ruang PCC inilah Pemkot bisa melihat dan memantau seluruh Kota Pontianak dan sekitarnya serta menyelesaikan permasalahan kota dengan juga melibatkan peran masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, fungsi pusat ruang kendali ini juga sebagai pusat integrasi data. Selama ini, sistem-sistem aplikasi yang dibangun OPD masih bersifat sektoral atau berjalan masing-masing. Namun dengan keberadaan Command Center ini nantinya semua data dari berbagai OPD akan terintegrasi. “Misalnya BKD perlu NIK pegawai, tinggal mengambil data dari Dukcapil,” terang mantan Camat Pontianak Timur itu.

Juga tak kalah penting, melalui pusat ruang kendali ini juga dapat memantau kondisi yang rawan dari tindak kejahatan atau kriminal di Kota Pontianak. Pihaknya akan melakukan integrasi dengan CCTV kepolisian. Masih dalam aplikasi, akan disediakan panic button atau tombol panik, yakni tombol yang digunakan saat warga mengalami situasi darurat misalnya menjadi korban tindak kejahatan perampokan atau lainnya.

“Operator akan mengirimkan sinyal secara cepat ke pihak kepolisian sehingga begitu ada kasus kejahatan, polisi bisa bertindak cepat,” imbuhnya.

Pusat ruang kendali ini nantinya akan beroperasi 24 jam dengan operator yang bertugas terbagi dua shift. SDM-nya berasal dari aparatur Pemkot yang berlatar pendidikan IT serta dari kalangan profesional dari luar, misalnya dari komunitas penggiat IT dan sebagainya.

Dijelaskannya, ada tiga komponen pembangun smart city, yakni infrastruktur, sistem, dan SDM. Masalah jaringan internet yang kini menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Sinyal Telkom yang digadang luas, nyatanya hanya bisa di tempat tertentu.

"Karena itu kami tidak akan terpaku pada satu provider karena jika satu down tidak ada yang mem-backup. Akan dibuat empat segmen, untuk CCTV ada jaringan tersendiri, sistem informasi sendiri, satu lagi slot yang free sendiri. Tidak digabung jadi jika ada salah satu down bisa dialihkan,” pungkasnya.

Sementara itu Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, keberadaan PCC ini merupakan merupakan wujud dari transparansi dalam tata kelola pemerintahan. Termasuk mengajak masyarakat ikut berperan serta dalam mengawasi kegiatan pembangunan di Pontianak. “Sehingga bisa cepat merespon apapun yang ditemukan masyarakat di lapangan terkait kegiatan pembangunan itu,” tuturnya.

Ruang yang terletak di lantai II Kantor Wali Kota itu pula akan menjadi pusat data-data satu pintu. Data-data tentang Kota Pontianak akan disiapkan di ruangan tersebut. Dengan data-data melalui satu pintu itu, ia memastikan tidak ada duplikasi data selain yang dikeluarkan oleh PCC.

“Sehingga data-data itu melalui satu pintu dan tidak ada duplikasi data. Jangan sampai orang minta data tentang pendidikan di Bappeda, Diknas dan lainnya. Nanti hanya ada satu keluaran data yakni melalui Pontianak Command Center,” tukasnya.

Dia menargetkan tahun ini PCC sudah bisa dioperasikan. Ruangan dengan luas sekitar 10 meter kali 5 meter tersebut hanya tinggal melengkapi peralatan-peralatan termasuk layar monitor. Sementara untuk aplikasi sudah disiapkan dan akan diintegrasikan.

“Tidak terlalu banyak lagi yang harus dipersiapkan, tetapi kita harus sedikit perluas lagi ruangannya karena harus ada ruang untuk server yang cukup besar dan ruang monitor,” tandasnya. (*)

Berita Terkait