Siapa Biayai Tembok Pembatas, Trump?

Siapa Biayai Tembok Pembatas, Trump?

  Minggu, 8 January 2017 09:00
RENOVASI PAGAR: Tembok pembatas AS dengan Meksiko yang ada sekarang akan diubah Trump seperti janji kampanyenya untuk menangkal imigran gelap. Tampak anak-anak bermain di pagar perbatasan di Ciudad Juarez, Meksiko berbatasan dengan Sunland Park, AS. REUTERS/Jose Luis Gonzalez

Berita Terkait

Rakyat AS Bisa Pikul Ongkos Pembangunan

WASHINGTON – Realisasi pembangunan tembok kukuh di perbatasan Amerika Serikat (AS) dengan Meksiko menjadi salah satu program yang paling dinanti, baik oleh yang setuju maupun menentang. Publik ingin tahu seberapa jauh kemampuan taipan 70 tahun itu mewujudkan janji kampanye untuk menangkal imigran gelap tersebut.

Yang masih menjadi pertanyaan adalah siapa yang akan membiayai pembangunan tembok permanen itu. AS, atau Meksiko? Kamis waktu setempat (5/1) politisi Partai Republik yang duduk di Kongres AS dan tim transisi Trump membahas skenario untuk merealisasikan janji kampanye itu tanpa harus merumuskan rancangan undang-undang (RUU) baru. ’’Ada banyak hal yang masih bisa dilakukan berdasar UU yang berlaku sekarang,’’ kata Mario Diaz-Balart, politikus Republik dari Negara Bagian Florida. 

Sebagaimana diketahui, tembok pembatas yang digagas Trump itu sebenarnya sudah ada sekitar 3.300 kilometer di perbatasan dua negara. Ada pagar sepanjang 1.120 kilometer yang dibangun berdasar Secure Fence Act yang diterbitkan pada 2006. Namun, pagar tersebut tidak sekukuh angan-angan Trump. Bentuknya adalah pagar besi tinggi untuk menghalau pejalan kaki serta palang pendek untuk mengadang kendaraan. 

Kondisi fisik pagar pembatas itu tidak sama. Ketebalan dan kekuatannya bervariasi di sepanjang perbatasan. Itulah yang menjadikan pagar tersebut tidak mampu mencegah imigran gelap masuk AS. Tanpa merancang RUU baru, Diaz-Balart yakin pemerintahan Trump akan tetap bisa membangun tembok pembatas yang ideal. Sebab, tidak ada larangan untuk merenovasi pagar dalam UU yang berlaku.

Kendati demikian, politisi Republik yang lain tidak yakin bahwa pagar pembatas versi Trump bakal bisa dibangun tanpa melibatkan Kongres AS. Sebab, akan ada tembok baru yang dibangun di area sepanjang 2.080 kilometer. Dan, UU yang diratifikasi pada 2006 itu sama sekali tidak menyinggung hal tersebut. Karena itu, Kongres AS perlu menerbitkan UU baru yang akan menjadi landasan hukum pembangunan pagar. 

Sementara politisi Republik menjajaki upaya untuk mengegolkan agenda Trump tanpa melibatkan Kongres AS, tim transisi sibuk memastikan penyandang dananya. Itu dilakukan karena rakyat AS maupun Meksiko enggan menanggung biaya pembangunan pagar pembatas tersebut. Semasa kampanye, pebisnis Manhattan itu sesumbar akan memaksa Meksiko untuk membiayai pembangunan pagar. 

Sayangnya, Enrique Pena Nieto menolak menjadi penyandang dana. Kamis lalu, kabarnya, Trump berusaha meyakinkan Kongres AS agar bersedia membiayai pembangunan pagar. Itu berarti rakyat AS-lah yang akan membiayai proyek tersebut lewat pajak yang dibayarkan. Sedikitnya dua politisi Republik membenarkan rumor tersebut kepada CNN. 

Namun, berita itu langsung diprotes Trump. Lewat akun Twitter-nya, Trump menyatakan bahwa AS hanya akan menalangi biayanya. Setelah itu, Meksiko bakal mengganti semua biaya yang dikeluarkan. ’’Media yang tidak jujur tidak menuliskan bahwa setiap dolar yang digunakan untuk membangun Great Wall akan diganti oleh Meksiko nanti!’’ tulis Trump. 

Suami Melania Knauss itu menyatakan bahwa sistem talangan terpaksa diterapkan agar tembok pembatas ’’Great Wall’’ itu bisa segera dibangun. Dana talangan tersebut membuat Trump tidak perlu bersepakat dulu dengan Meksiko sebelum mulai pembangunan. Sebab, negosiasi dengan pemerintahan Pena Nieto akan memakan banyak waktu. Padahal, pembangun tembok sepanjang 3.200 kilometer itu membutuhkan waktu yang lama. 

Government Accountability Office melaporkan bahwa biaya pembangunan pagar permanen per 1,6 kilometer (1 mil) mencapai USD 6,5 juta (sekitar Rp 86,6 miliar). Itu baru pagar permanen satu lapis. Dalam rancangannya, Trump menghendaki tembok pemisah itu terdiri atas dua lapis. Untuk itu, penanggung dana harus menyediakan biaya USD 10,4 juta (sekitar Rp 138,8 miliar) setiap 1,6 kilometer (1 mil). 

Sedangkan lembaga riset keuangan Bernstein mempekirakan, dana yang diperlukan untuk pembangunan tembok pembatas itu USD 15 miliar–USD 25 miliar atau sekitar Rp 199,5 triliun–Rp 332,5 triliun. (AP/CNN/Reuters/politico/hep/c4/sof)

Berita Terkait