Siap Bangun Sambas Tanpa Korupsi, Atbah-Hairiah Yakin Menang

Siap Bangun Sambas Tanpa Korupsi, Atbah-Hairiah Yakin Menang

  Sabtu, 12 December 2015 09:46
YAKIN MENANG: Atbah Romin Suhaili dan Hj Hairiah bersama tim pemenangan, tim koalisi partai serta pendukungnya usai konferensi pers terkait kemenangan paslon ini sebagaimana perolehan hasil suara sementara yang direkap timnya.HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS—Pasangan calon bupati dan wakil Bupati Sambas Nomor urut 2, H Atbah Romin Suhaili dan Hj Hairiah menggelar konferensi pers terkait hasil penghitungan Pilkada Sambas yang terlaksana 9 Desember 2015, Kamis (10/12) malam.

Pasangan colon ini mengklaim kemenangan dan menyatakan siap memimpin Sambas. Keyakinan itu muncul setelah melihat rekapitulasi data perolehan suara sementara yang ditangani timnya.
“Dengan perolehan suara yang kami kumpulkan dari TPS oleh saksi saksi dan tim kami. Insya Allah kami pasti menang,” ungkap H Atbah didampingi Hj Hairiah serta tim pemenangannya di posko pemenangan H Atbah-Hj Hairiah di jalan Terigas kecamatan Sambas.

Dari hasil perolehan suara sementara rekapitulasi tim Quick Real Count Atbah-Hairiah, pasangan ini unggul dengan 124.908 suara atau 53 persen dari jumlah suara yang masuk dari 19 kecamatan. Sedangkan Paslon Cabup dan Cawabup Nomor 1 dengan 20.740 suara dan paslon Nomor 3 dengan 90.052 suara.Apalagi, kata dia, data yang disajikan tersebut ada data pembandingnya sebagaimana rekapitulasi sementara perolehan suara dari Tim Koordinasi dan Monitoring Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Sambas Tahun 2015 (Kesbangpolinmas).

“Kami yakin hasil perolehan penghitungan sementara tim kami tidak jauh berbeda dengan hasil perolehan suara hingga KPU mengumumkan hasil perolehan suara yang resmi,” ungkapnya. Tak lupa, H Atbah mengatakan kemenangan yang ada adalah kemenangan semua masyarakat Sambas. “Kami berterima kasih atas kerja KPU, Panwas, Polri, TNI, kerjasama Paslon Nomor 1 dan Paslon Nomor 2, seluruh tim pemenangan Atbah-Hairiah dan seluruh masyarakat hingga pelaksanaan Pilkada ini berjalan kondusif,” ucapnya.

Pasangan yang mengusung slogan "Sambas Hebat" ini berjanji akan menjalankan pemerintahan yang bersih, transparan dan tak lupa mengajak seluruh masyarakat membangun Kabupaten Sambas.
Meski tak mencanangkan 100 hari program kerjanya, mereka hanya ingin kerja kerja kerja kepada masyarakat. Jika dilantik nantinya, kata H Atbah, siap memimpin Kabupaten Sambas dengan amanah, jujur, dan aspiratif.

Prioritas program pasangan Sambas Hebat ini infrastuktur dan reformasi birokrasi. Termasuk berusaha keras merealisasikan program kerja mereka tanpa mengabaikan aturan. “Seperti infrastuktur dasar, jalan dan sektor lainya yang menjadi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.Selain infrastuktur. Pasangan ini juga akan memprioritaskan pembangunan perbatasan sebagaimana program pemerintah pusat yang didengungkan Presiden RI. “Perbatasan akan kita bangun dan itu prioritas kami begitu juga sektor pertanian hingga Pemasaran Hasil pertanian,” tegasnya.
Terkait Komitmen pemberantasan korupsi, H Atbah secara langsung menyatakan akan membangun Sambas dengan kejujuran dan amanah. "Korupsi itu penyakit masyarakat, bikin masyarakat miskin dan lebih berbahaya dengan teroris," tegasnya.Bahkan ke depan jika sudah menjalankan roda pemerintah Kabupaten Sambas, Atbah siap dikritik karena hal tersebut masukan dan saran bagi dirinya mengemban amanah masyarakat.
“Kita siap dikritik. Tentunya kritik yang membangun demi pembangunan Kabupaten Sambas ke depan, dan kami siap merangkul seluruh stakeholder membangun Kabupaten Sambas,” katanya.Terkait persoalan sertifikasi guru, pasangan ini berjanji akan memfasilitasi pembayaran tunjangan profesi guru yang saat ini belum dibayarkan. “Kita akan memfasilitasi sesuai dengan ketentuan berlaku,”jelas Hj Hairiah menambahkan.
Begitu juga, kata Hairiah, terkait aspirasi masyarakat untuk pemekaran Kabupaten Sambas pesisir. “Selama pendekatan pemekaran ini untuk kesejahteraan masyarakat tetap kita dukung karena itu merupakan aspirasi masyarakat,”jelasnya. Dalam hal pemekaran, kata Hairiah, tentunya berpedoman aturan yang berlaku baik mulai persiapan, pengusulan, proses harus sesuai undang-undang yang ada. (har)
 

 

Berita Terkait