Siaga Darurat Banjir , 8 Kecamatan Terancam

Siaga Darurat Banjir , 8 Kecamatan Terancam

  Sabtu, 13 February 2016 10:01
PUNCAK HUJAN: Hingga penghujung Februari ini dipastikan menjadi puncak musim hujan. Volume tinggi membuat beberapa lahan rendah jadi langganan banjir. Setidaknya perlu persiapan menyambut datangnya banjir. WAHYU IZMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan puncak curah hujan akan berlangsung pada Februari 2016. Di Kabupaten Mempawah sendiri ada delapan kecamatan yang rawan banjir. Karenanya, pemerintah daerah setempat telah menetapkan status siaga darurat banjir.

“Status siaga darurat banjir di Kabupaten Mempawah sudah kita tetapkan sejak bulan Desember 2015 hingga Maret 2016. Mengingat potensi bencana banjir di daerah ini cukup besar,” ungkap Kasubbid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Daerah (BLHPBD) Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto, Jumat (12/2) sore di Mempawah.

Didik menerangkan, potensi banjir di Kabupaten Mempawah menyeluruh diseluruh kecamatan. Dari sembilan kecamatan, delapan diantaranya potensial terendam banjir. Mulai dari Kecamatan Siantan, Segedong, Sungai Pinyuh, Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Sungai Kunyit, Toho dan Sadaniang.“Hanya Kecamatan Anjongan saja yang cukup aman dari banjir. Sejak penetapan status siaga tersebut, kita telah berkoordinasi dengan seluruh instansi dan lembaga terkait . Mulai dari Polres, Kodim, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial hingga Camat. Jika ada tanda-tanda banjir, segera laporkan,” pesannya.

Selain banjir, timpal Didik, Kabupaten Mempawah juga berpotensi terhadap bencana tanah longsor, angin kencang hingga kebakaran hutan dan lahan. Dia menyebut, potensi tanah longsor berada di Kecamatan Anjongan, Sadaniang, Sungai Kunyit dan Sungai Pinyuh.“Sedangkan kebakaran hutan dan lahan sangat potensial terjadi di Kecamatan Sungai Kunyit, Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Anjongan, Toho, Sungai Pinyuh, Segedong dan Siantan. Untuk bencana angin kencang cukup potensi terjadi di Kecamatan Sungai Kunyit, Toho, Segedong dan Siantan,” paparnya.

Karenanya, dia menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang terjadi dilingkungan tempat tinggalnya. Pihaknya mengharapkan dukungan dan kerjasama masyarakat untuk memberikan informasi secepat mungkin jika sewaktu-waktu terjadi bencana.“Kita berharap tidak terjadi bencana alam di Kabupaten Mempawah. Namun kalau pun terjadi, maka kita harus siap melakukan langkah-langkah evakuasi dan penyelamatan agar tidak menimbulkan korban baik materil maupun jiwa,” tegasnya.

Dilain pihak, Anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Sayuti, ST mengingatkan agar pemerintah daerah tanggap dan cepat dalam melakukan upaya antisipasi dan penanggulangan terhadap potensi bencana dilingkungan masyarakat.“Pemerintah daerah pasti sudah memiliki peta daerah rawan bencana dan dapat berkoordinasi dengan BMKG untuk memperkirakan potensi bencana yang kemungkinan terjadi. Nah, dengan data-data tersebut maka pemerintah daerah harus bergerak cepat melakukan upaya antisipasi dilapangan,” pintanya.

Seperti, Legislator Partai Demokrat itu mencontohkan bencana angin kencang yang menyebabkan terjadinya pohon tumbang di beberapa daerah di sepanjang jalan raya Kecamatan Siantan pada Kamis (11/2) siang.“Harusnya dinas terkait sudah melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon rindang dan berusia tua yang ada di sekitar jalan raya. Karena, kondisi ini sangat berbahaya dan mengancam keselamatan pengendara. Jangan sampai ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tegasnya mengingatkan.(wah)

Berita Terkait