Sharing Bersama Komunitas Pecinta Binatang

Sharing Bersama Komunitas Pecinta Binatang

  Selasa, 21 June 2016 09:37

Berita Terkait

Dulu, pecinta binatang lebih banyak berkumpul di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Kini pecinta binatang mulai banyak ditemukan di Kota Pontianak. Mereka pun membentuk komunitas untuk mewadahi kecintaan para anggotanya terhadap hewan. 

Oleh: Deziyanti Putri Muliani

Banyak banyak diantara kita yang sangat menyenangi binatang. Ada yang menyayangi berbagai jenis mamalia seperti anjing dan kucing. Tetapi ada juga yang menyayangi binatang jenis reptil seperti ular, musang, sugar glider, iguana, hamster, ataupun burung hantu. 

Tak sedikit mereka yang menyayangi binatang juga ingin memeliharanya. Tetapi tak mengetahui cara merawatnya. Kini di Kota Pontianak terbentuk banyak komunitas yang mewadahi para pecinta binatang. Kita bisa bergabung dengan mereka sehingga bisa bertukar cerita dan pengalaman.

Salah satu komunitas yang ada di Pontianak yakni Komunitas Pecinta Satwa (Kompas) Pontianak yang berdiri sejak 20 Desember 2015. Ketika ditemui Tim For Her di Khatulistiwa Park, Pontianak Utara, Kompas sangat terbuka menerima masyarakat yang ingin berkonsultasi maupun bertukar pengalaman dalam memelihara binatang. 

“Kami menerima teman-teman yang ingin memelihara binatang, walaupun belum memilikinya,” ujar Arif Wibisono selaku Pembina Kompas Pontianak.

Bagi yang belum mempunyai binatang peliharaan, Kompas lebih dulu akan memperkenalkan cara merawatnya. Mulai dari memandikan, memberi makan, dan cara mengetahui gejala-gejala sakit pada binatang. Kemudian, baru bisa memutuskan binatang yang akan dipelihara. Binatang ini bisa dibeli di Pontianak Pet Lovers.

Saat ini Kompas memiliki 34 anggota. Komunitas ini tak mengklarifikasikan binatang yang wajib dipelihara anggotanya. 

“Kompas merupakan wadah pecinta satwa. Jadi beragam satwa yang bisa dipelihara bisa bergabung menjadi anggota kami, ungkap Arif.

Komunitas lainnya di Pontianak adalah Komunitas Pontianak Sugar Glider (PSG). Keberadaan PSG dijadikan wadah untuk sharing tentang cara menjaga dan merawat binatang tersebut. Seperti dilakukan Oval yang bergabung sejak setahun lalu. Saat ini Oval sebagai Humas Komunitas Pontianak Sugar Glider.  

“Saya bergabung untuk sharing dengan anggota lainnya tentang bagaimana cara menjaga binatang mungil ini,” ucap Oval.

Begitu juga dengan Wahyu. Ia bergabung dalam komunitas Hamster Lover Pontianak. “Saya bergabung di komunitas ini untuk belajar cara menjaga binatang kesayangan saya,” kata Wahyu.

Masih banyak lagi komunitas yang menjadi wadah bagi para pecinta binatang di Kota Pontianak. Ada Iguana Kite Pontianak (IKP), Keluarga Musang Lover Pontianak (Kamulop), Pontianak Owl Center (POC), Pontianak Snake Keeper (PSK), serta West Borneo Reptile Community (WBRC). Seluruh komunitas yang ada ini bisa menjadi pilihan masyarakat untuk bergabung sesuai jenis binatang yang disayanginya. Komunitas ini biasanya menggelar kegiatan kumpul bareng setiap Sabtu dan Minggu. Dalam acara gathering ini, mereka sering bertukar pengalaman sesame anggotanya dalam menjaga dan merawat binatang kesayangannya. (*)

------------------------------

Tak Perlu Mahal

Memelihara binatang sangat menyenangkan bagi yang menyukainya. Apalagi hewan yang peliharan sangat lucu. Anda bisa bermain dan bercanda bersamanya. 

Jika Anda memiliki hewan peliharaan, ada hal yang harus diperhatikan. Terutama berkenaan dengan kondisi kesehatan, makanan, kandang, dan cara memperlakukan hewan peliharaan Anda. Semua itu wajib Anda perhatikan.

Dengan pemeliharaan dan perawatan yang baik, hewan peliharaan Anda akan sehat dan tak terkena penyakit. Binatang tersebut juga merasa betah berada di rumah. Terpenting, mereka juga merasa terawat.

Sebenarnya tak semua binatang memerlukan biaya yang besar dalam memelihara dan merawatnya. Seperti Oval yang memelihara sugar glider. Ia tak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. 

“Jangan khawatir anggaran pengeluaran Anda akan membengkak ketika memelihara sugar glider. Anda cukup mengeluarkan Rp20 ribu perbulan untuk membeli bubur bayi dan buah atau serangga,” ujar Oval ketika ditemui di Khatulistiwa Park, Minggu (19/5) sore.

Dengan pengeluaran minim itu, Oval juga menggunakannya untuk membeli tisu basah. Kegunaan tisu basah itu untuk memandikan binatang jenis marsupial ini. 

“Sugar glider adalah hewan yang bersih. Jadi tidak perlu pergi ke salon hewan untuk membersihkannya. Mereka bisa menggrooming dirinya sendiri. Atau cukup mengusapnya dengan tissu basah nonalkohol,” jelas Oval.

Tak hanya sugar glider, memelihara ular juga bisa dilakukan dengan biaya minim. Seperti yang dilakukan Pembina Komunitas Pecinta Satwa Pontianak, Arif Wibisono. Arif memelihara ular albino yang saat ini panjangnya mencapai 2,5 meter. 

Ular albino milik Arif ini berusia 1,4 tahun. Hewan itu hanya diberikan makan 1 kilogram ayam yang masih hidup setiap satu minggu.

“Untuk pengeluaran ayam yang diberi makan seminggu sekali ini hanya Rp25 ribu,” kata Arif.

Arif menyatakan memelihara ular lebih mudah dibandingkan burung hantu. “Ular ini bisa dimandikan dengan detol, kemudian dijemur agar tidak berjamur,” pungkas Arif. (dz).

 

Berita Terkait