Shampo Sarang Burung Walet Dari Pontianak Ingin Mendunia

Shampo Sarang Burung Walet Dari Pontianak Ingin Mendunia

  Jumat, 22 April 2016 09:10
INGIN MENDUNIA: Felis Noviyana dan produk shampo swalles. Berbahan baku sarang walet, kini shamponya sudah beredar di 47 kota di Indonesia dan 7 negara.ISTIMEWA

Inovasi baru kembali datang dari Pontianak. Sepasang suami istri asal Pontianak berhasil menciptakan shampo dari sarang burung walet, yang mampu mengatasi berbagai masalah rambut dan kulit kepala. Sudah beredar di 47 kota di Indonesia dan 7 negara, shampoo ini mendapat tanggapan baik dari konsumennya.  Fransiskus Wiraya (32) dan Felis Noviyana (24) adalah pasangan yang sangat kompak. Berkreasi dan berinovasi adalah gaya hidup mereka. Beberapa tahun silam, Frans penasaran terhadap sarang burung walet yang harganya bisa sampai puluhan juta rupiah.

“Saya lalu mulai mencari tahu kandungan sarang burung walet. Saya perbanyak membaca dan bertanya kepada para ahli. Ternyata zat-zat di dalamnya sangat dibutuhkan oleh rambut manusia,” sebut Frans, panggilan sehari-hari Fransiskus Wiraya.

Punya salon di Jalan Veteran, Pontianak dan pengalaman 11 tahun di dunia hair styling, membuat semangatnya untuk meneliti lebih lanjut tentang sarang burung walet ini. Dia bahkan ke Jakarta untuk melakukan uji laboratorium. Hasilnya mengejutkan, ternyata sarang burung walet tak hanya bisa jadi obat saja, melainkan bisa diolah menjadi shampoo dan kosmetik.

“Sarang walet sangat kaya akan kebaikan yang dibutuhkan rambut. Kandungan yang terdapat pada satang walet adalah protein, karbohidrat, kolagen, zat besi, cell division inducing hormone, dan “epidermal growth factor (EGF)” yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan deferensiasi sel. Ini meliputi jaringan pertumbuhan, regenerasi sel, dan kekebalan tubuh. Ternyata kandungan-kandungan tersebut sangat dibutuhkan rambut,” jelasnya.

Timbulah niat mereka untuk membuat shampoo dari produk ini. Setelah merek cari informasi kesana kemari, ternyata belum ada satu pun produk shampoo di dunia yang berbahan sarang burung walet. Dua tahun lalu, percobaan pertama pun dilakukan. Frans dan Felis membuat sendiri shampoo tersebut. Percobaannya sukses.

“Kami pelopor pertama di dunia yang mengadung ektrak sarang burung walet dan bulir. Harapan kami tentunya shampo ini bisa mengatasi berbagai macam masalah rambut dan shampo ini bisa menjadi salah satu bentuk modern dari kekayaan alam indonesia untuk dunia. Dua tahun lalu sya mengolah sendiri menjadikanya ekstrak dan beberapa bahan lainya. Kemudian  dicoba ke beberapa teman dan istri saya ternyata hasilnya sangat luar biasa,” papar Frans.

Akhirnya mereka keduanya memutuskkan untuk berbagi tentang kebaikan sarang burung walet agar bisa dipakai semua orang. Mereka bertekad membuatnya menjadi shampo yang bisa mengatasi berbagai masalah rambut. Untuk mewujudkan itu, mereka pun bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang telah berpengalaman membuat shampo di Jakarta.

Selama waktu itu. Berbagai tantangan menghadang. Butuh waktu lama agar produk itu jadi. Enam bulan pertama dihabiskan untuk uji laboratorium di pabrik itu. Sementara setengah tahun selanjutnya untuk uji kualitas. Belum lagi pengurusan izin dan birokrasi yang harus mereka lalui.

“Awalnya sangat sulit. Satu tahun pertama kami fokuskan pada pengolahan sarang burung walet, pengujian kualitas, pengurusan legal dan banyak hal lagi yang menguras energi. Bahkan setelah produknya jadi tantangan sesungguhnya adalah meyakinkan orang bahwa produk ini sangat bagus. Sangat sulit, maklum mind set kita kebanyakan produk luar selalu lebih bagus. Pikiran lainnya produk yang ada iklannya di televisi atau media lainnya selalu dianggap produk bagus,” ungkap dia.

November tahun lalu, produk yang diberi nama Shampoo Swalles ini diluncurkan. Bulan pertama adalah yang tersulit untuk masalah pemasaran. Banyak penolakan hingga pandangan negatif. Bahkan ejekan yang mereka alami. “Banyak yang awalnya memesan, namun tidak pernah transaksi. Seperti mempermainkan. Tapi kami menanggapinya dengan positif. Ini tantangan dalam pemasaran dan ini adalah bagian dari proses edukasi,” kata dia.

Mereka berdua tak menyerah. Dibantu beberapa teman terus meyakinkan orang bahwa manfaat sarang burung walet sangat bagus untuk kesehatan  rambut dan kulit kepala. Dengan telaten mereka menyampaikannya dari individu ke individu. Akhirnya usaha mereka mulai menampakan hasil. Penjualan meningkat tajam dan melampaui target awal.

Shampo mereka juga menarik banyak selebritis dan publik figur. Beberapa media massa nasional tertarik untuk meliput penemuan mereka berdua. Kini shampo Swalles sudah dipesan konsumen dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Bahkan sudah masuk pasar internasional. (Aristono, Pontianak)