SFC Soroti PETI di Aliran Sungai

SFC Soroti PETI di Aliran Sungai

  Selasa, 21 June 2016 08:45
PETI: Aktivitas PETI di salah satu titik lokasi yang berada di sungai Sintang. FOTO SFC FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG - - Sintang Fishing Club (SFC) dan forum pengawas perairan dan perikanan Kalimantan Barat mengaku prihatin atas maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di tepian sungai. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan sebagai dampak nyata mesti ditanggung.

“Kerusakan yang sudah sangat parah hampir disemua sungai dan anak sungai. Seperti di sungai Ketungau dan danau-danaunya.  Sungai Kebiau,Jembelak, sungai Kapuas , sungai Melawi , sungai Serawai,sungai Tempunak,sungai Sepauk, dan DAS  sudah hancur dan dibiarkan, akibat PETI,” kata Ketua SFC Rayendra, kemarin.

Menurut Rayendra, pihak terkait perlu segera mengambil tindakan. Pasalnya kerusakan lingkungan yang ditimbulkan PETI justru memakan biaya besar buat pemulihannya. Kemudian membutuhkan waktu panjang. Kerugian paling nyata kini yakni kualitas air sungai menjadi riskan untuk dikonsumsi.

“Kita sebenarnya sudah apatis akan ada  penertiban PETI di  Sintang, tetapi kami tetap berharap segera ditertibkan,” kata Rayendra.

Menurut Rayendra, SFC berbicara soal PETI, sebagai   tanggung jawab moral yang besar kepada lingkungan akan terjadinya kerusakan  ekosistem.

“Kita sudah  mencoba  melakukan sosialisasi, tentang dampak buruk PETI  kepada masyarakat DAS yg ada di Sintang. Intinya pelaku  tahu, perbuatannya  adalah  salah, dan  juga berjanji untuk berhenti dengan sendirinya.  Tapi itu kapan. Sungai sudah terlanjur bercampur kandungan zat kimia dan berbahaya,” katanya.

Menurutnya SFC  tidak akan pernah berhenti untuk membela lingkungan terutama perairan darat,  yang juga sangat berpotensi besar  menunjang perekonomian khususnya perikanan dan ekowisata. “Kami juga sedang membangun program dan komunikasi dengan  beberapa konsersium NGO lokal dan luar negeri untuk mencari solusi jika nanti   PETI di hentikan kegiatannya di Sintang,” katanya. (stm)

Berita Terkait