Sewa Rp 500 Ribu Perbulan di Indomaret

Sewa Rp 500 Ribu Perbulan di Indomaret

  Selasa, 1 December 2015 12:15
Indomaret. Foto Asep Haryono / www.simplyasep.com

Berita Terkait

BANYAKNYA bermunculan minimarket dan supermarket menjadi salah satu kesempatan buat Anda yang ingin berjualan. Minimarket merupakan lokasi atau tempat yang paling strategis sekaligus tempat yang cukup menjanjikan untuk mengembangkan usaha atau bisnis.

Banyak usaha atau bisnis, baik milik perorangan maupun waralaba yang sukses mengembangkan usahanya dengan menyewa teras di minimarket. Salah satunya di Indomaret, salah satu minimarket yang cukup terkenal di Indonesia. Tak sulit untuk menyewa di teras minimarket tersebut. Anda hanya perlu menyiapkan foto copy KTP dan foto gerobak yang akan digunakan untuk berjualan, serta mengisi formulir penyewaan.

Sistem pembayarannya pun dapat dilakukan perbulan, bisa pula langsung beberapa bulan. “Penyewa bisa membayar satu bulan pertama, tetapi evaluasinya 3 bulan pertama. Artinya selama 3 bulan itu kita melihat bagaimana pembayarannya, menjaga kebersihannya, serta ada atau tidaknya komplen dari toko tempat dia menyewa. Khan kami banyak tuh, ada di beberapa tempat,” jelas Muhammad Ari, Bagian Penyewaan di Indomaret Pontianak.

Penyewa harus membayar biaya sewa sebesar Rp 500 ribu  perbulannya. Setelah tiga bulan dan hasil evaluasinya baik, maka pengelola akan menawarkan kepada penyewa apakah ingin membayar perbulan atau pertiga bulan. “Kalau selama 3 bulan pembayaran macet, kebersihan tidak dijaga, kami tidak akan lagi melanjutkan penyewaan kepada orang tersebut. Begitu pula jika bulan pertama itu pembayarannya sudah macet,” bebernya. Pembayaran pertama dilakukan di kantor, Jalan Ya’ M Sabran, Tanjung Hulu Pontianak, Komplek Ruko Anggrek, No. H-15-H18. Bulan kedua dan seterusnya itu bisa langsung ke toko dimana dia menyewa.

Sama dengan supermarket, Indomaret  juga menetapkan aturan penggunaan gerobak. “Gerobak tidak boleh lebih dari satu setengah meter. Kenapa harus kecil, agar Indomaretnya tidak terlihat kumuh. Gerobak yang dibuat pun harus menarik agar enak dilihat,” jelasnya. Biasanya lanjut Ari, para penyewa berasal dari produk franchise. Tetapi ada pula beberapa dari usaha perorangan. “Umumnya itu seperti burger, pizza, kebab dan tahu sumedang. Kalau minumannya itu es buah, jus buah dan es cendol,” beritahunya. Kalau untuk makanan berat, pihaknya memang menolak sebab sistemnya take away. Jadi habis beli langsung dibawa pulang. “Makanya tidak boleh menyediakan kursi untuk pembeli di tempat jualan. Kecuali memang di tempat kami ada ruangan khusus yang menyediakan meja dan kursi,” tandasnya. (mrd) 

Berita Terkait