Setubuhi Teman Kerja Hingga Korban Hamil

Setubuhi Teman Kerja Hingga Korban Hamil

  Jumat, 20 May 2016 09:30
DIPERIKSA : Dua tersangka kejahatan seksual sedang diperiksa di ruang penyidik unit PPA Polresta Pontianak, Kamis (19/5). Dua tersangka ini menyetubuhi seorang gadis yang berusia 15 tahun. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Kejahatan seksual terhadap anak terus mengincar korban. Kali ini menimpa seorang gadis berusia 16 tahun, yang disetubuhi pacarnya sejak 2015, hingga hamil dan kini telah melahirkan seoarang bayi berusia dua bulan.

Kasus kejahatan seksual ini juga menimpa seorang gadis berusia 15 tahun. Ia disetubuhi oleh kedua temannya di persawahan di Kecamatan Sungai Raya. 

Kasus persetubuhan tersebut pun terungkap oleh orangtua korban yang melihat kondisi perut anaknya membesar. Diketahui telah hamil delapan bulan, hingga berjalannya waktu korban pun akhirnya melahirkan anak.

Tidak terima dengan apa yang dialami anaknya, orangtua korban pun akhirnya melaporkan kasus tersebut ke polisi pada Maret lalu. Pelaku, Ws (23) yang mengetahui sudah diincar polisi pun langsung melarikan diri ke Kabupaten Ketapang.

Namun berkat kerja sama polisi di Pontianak dan Ketapang, tersangka persetubuhan itu pun akhirnya berhasil ditangkap pada 17 Mei lalu dan langsung dibawa ke Pontianak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tersangka, Ws mengaku sudah berpacaran dengan korban sejak Maret 2015. "Korban pacar saya, teman satu kerja di usaha air galon," kata tersangka saat diperiksa di ruang penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pontianak, Kamis, (19/5).

Ws mengaku hubungan badan itu dilakukan sejak Mei 2015 dan dilakukan berulang-ulang di sebuah rumah kontrakan. "Saya rayu dia dan mau. Saya bilang akan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu," dalihnya.

Tersangka mengatakan hubungan mereka tidak pernah diketahui orantua korban. Baru mengetahui jika kekasihnya tengah mengandung saat usia kandungan berusia delapan bulan. "Saya mau bertanggungjawab, makanya cari uang ke Ketapang untuk melamarnya setelah lebaran nanti," dalihnya.

Tersangka lainnya, J mengaku mengenal korban melalui nomor telepon. "Saya kenal melalui HP. Lalu kami berteman dan akhirnya saya ajak dia jalan-jalan," kata tersangka.

J mengaku malam itu, ia pun mengajak korban untuk jalan-jalan. Korban mau lalu dijemput. Sebelum diajak ke persawahan, korban terlebih dahulu diajak santai di sebuah warung. "Setelah santai, saya bawa dia ke persawahan. Temannya saya R ikut. Saya pun melakukan itu setelah itu baru R yang menyetubuhinya," akunya.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul Lapawesean, membenarkan telah menangkap tiga orang tersangka persetubuhan dengan dengan dua korban yang berbeda. "Tersangka Ws menyetubuhi korbannya berusia 16 tahun, sementara dua tersangka lainnya yakni J dan R menyetubuhi seorang gadis berusia 15 tahun," kata Andi Yul.

Andi menuturkan untuk tersangka Ws ditangkap di Ketapang. Dari hasil pemeriksaan, diketahui korban sudh berulang kali menyetubuhi korban hingga hamil dan saat ini korban telah melahirkan dengan usia anak dua bulan.

Dari keterangan tersangka pula, lanjut dia, diketahui ternyata korbannya sudah ada dua orang, sebelumnya persetubuhan dilakukan kepada seorang anak di luar Pontianak. "Masih akan kami dalami, apakah masih ada korban lainnya," tutur Andi.

Sementara untuk dua tersangka lainnya dengan korban berusia 15 tahun, ditangkap pada Selasa malam sekitar pukul 21.00 di sebuah persawahan di Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya.

Kedua tersangka J dan R ditangkap anggota Polsek Sungai Raya yang saat itu sedang melakukan patroli rutin. "Saat anggota patroli, melihat ada dua orang pria dan seorang wanita sedang disemak belukar, anggota pun langsung mendekati dan didapatlah kedua tersangka sedang menyetubuhi korban," ungkap, Andi Yul.

Dari keterangan korban, Andi Yul menambahkan, jika keduanya merupakan teman dan sebelum kejadian dijemput oleh tersangka untuk santai dan jalan-jalan. Setelah diajak ke warung kopi lalu dibawa ke persawahan dengan sepeda motor. "Kedua tersangka ini silih berganti menyetubuhi korban hingga akhirnya perbuatan itu diketahui anggota," sambungnya.

Andi Yul menegaskan, ketiga tersangka akan dikenakan pasal 81 dan 82 Undang undang  nomor  35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara lima sampai dengan 15 tahun penjara. (adg) 

Berita Terkait