Setop Penerimaan Honorer

Setop Penerimaan Honorer

  Selasa, 23 February 2016 10:11
BERSALAMAN: Bupati dan Wakil Bupati Ketapang menyalami ratusan pegawai di lingkungan Sekretariat Pemda Ketapang usai apel pagi, kemarin (22/2). AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

DI hari pertama masuk kerja pascadilantik 17 Februari lalu di Pontianak, Bupati Ketapang langsung memimpin apel pagi di KantorBupati, Senin (22/2). Halaman Kantor Bupati yang tergenang air membuat pelaksanaan apel dipindah ke lantai dasar gedung yang belum rampung ini.

Di hadapan ratusan pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga honorer dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang, Bupati menekankanagar seluruh pegawai bekerja dengan sungguh-sungguh. Mereka juga diminta agar bekerja sesuai dengan tugas dan bidang masing-masing, tanpa mencampuri yang bukan menjadi bagiannya."Kita tekankan untuk bekerja sesuai dengan bidang dan tugas sertakeahlian masing-masing. Jangan mencampuri bidang lainnya. Tujuannyaagar kita bisa bekerja fokus dengan kewenangan, tugas pokok dan fungsiyang telah diberikan," kata Bupati.

Mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar tersebut memastikan jika saatini ia akan menghentikan penerimaan tenaga honorer. Hal tersebut dilakukannya demi efesiensi tenaga honorer di pemerintahannya. Bahkan, jika dimungkinkan, dia menambahkan bisa saja tenaga honorer yang telahdiangkat kemudian diberhentikan. "Penerimaan honorer tahun ini disetopdulu," ujarnya. "Untuk pengurangan tenaga honor, bisa iya, bisa tidak. Bahkan, kita mau efisiensi. Tapi akan kita kaji dulu sesuai dengan kebutuhan daerah. Termasuk efesiensi penempatan juga," sambungnya.

Sementara terkait kekurangan pegawai di daerah pedalaman, ia akanmelakukan penataan ulang. Ia juga mengungkapkan, terkait dimungkinkannya pergeseran tenaga honor dari kota ke daerah, hal itu bisa saja terjadi. "Kita akan sesuaikan. Kalau memang perlu digeser, maka akan digeser," ungkapnya. "Kita akan meminta profil dulu. Karena kalau melakukan kegiatan tanpa data itu susah. Nanti overlap lagi. Jadi kalau sudah ada profil, kita bisa tahu. Mana yang kurang dan mana yang lebih? Sehingga penempatan nantinya berbasis kebutuhan," lanjutnya.

Bupati juga menyinggung terkait pakaian yang digunakan tenaga honorer. Ia menegaskan agar pakaian pegawai honorer diperjelas. "Harus dibedakan mana yang honor dan mana yang bukan? Jangan sampai pegawai honor menggunakan pakaian lengkap seperti pegawai negeri, apalagi sampaiseperti kepala dinas," tutup Bupati dengan senyuman. (afi)

Berita Terkait