Setiap Saat Warga Lintasi Bahaya

Setiap Saat Warga Lintasi Bahaya

  Senin, 25 April 2016 10:04
MEMPRIHATINKAN: Warga memperlihatkan kondisi jembatan di ruas jalan Provinsi antara Kecamatan Air Upas dan Manis Mata. Setiap saat, jembatan tersebut bisa saja memakan korban jika pelintas tak berhati-hati. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Jembatan yang terletak di ruas jalan Provinsi antara Kecamatan Air Upas dan Manis Mata, kondisinya kini sangat memperihatinkan. Jembatan yang terbuat dari kayu tersebut sudah tidak bisa lagi dilintasi kendaraan bermotor roda empat. Sementara sepeda motor yang melintas juga harus ekstra hati-hati, karena hanya ada satu keping papan yang digunakan untuk menyeberang.

Hal ini dikeluhkan oleh masyarakat yang ingin ke Air Upas maupun ke daerah lainnya. Akibat kerusakan jembatan tersebut, warga harus berputar arah cukup jauh, sehingga harus memakan waktu yang cukup lama. "Ini tanggung jawab Provinsi," kata salah satu pengurus Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Khatulistiwa Kota Kita (LSM K3) Ketapang, Raden Abdillah, kemarin (24/4) di Ketapang.

Ia menilai jembatan tersebut begitu diabaikan dan tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. "Seolah dibiarkan begitu saja. Padahal jembatan penghubung Kecamatan Air Upas ke Manis Mata ini sangat vital. Jika memang ada kepedulian, pasti diperbaiki atau untuk sementara waktu diperbaiki sekadarnya saja, agar dapat dilintasi. Tapi, ini tidak sama sekali," sesal dia.

Abdillah juga tak memungkiri jika lintasan tersebut bukan satu-satunya akses jalan yang dapat dilalui. Namun, dia juga menambahkan jika beberapa akses ruas jalan lainnya tidak serta merta dapat dilewati oleh warga, karena alternatif lain yang ada adalah milik perusahaan. "Kalau pejabat mungkin bisa melintas di jalan perusahaan. Tapi, tidak semua warga bisa melintas. Seharusnya pemerintah juga malu, masak jalan perusahaan lebih bagus dari jalan pemerintah?" sindirnya.

Ia sangat menyayangkan belum terlihat respons dari Pemerintah Provinsi maupun daerah mengenai kondisi jembatan tersebut. "Siapa yang tidak takut melintasi jembatan itu? Warga harus meniti di atas satu keping papan. Salah sedikit saja bisa jatuh ke sungai dan nyawa taruhannya. Kalau mobil sama sekali tidak bisa melintas," paparnya. "Tidak hanya jembatan, jalan-jalan Provinsi yang ada di Ketapang banyak masih rusak. Yang merasakan dampaknya masyarakat. Oleh karena itu, kita minta respons dan kepedulian Pemerintah Provinsi," ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Ketapang, Irawan, mengaku kecewa dengan sikap Pemerintah Provinsi yang dianggap kurang memperhatikan kodisi jalan dan jembatan di daerah pedalaman. Ia juga meminta agar stakeholder peka dan peduli terhadap kondisi jalan dan jembatan yang rusak. "Jangan tunggu ada korban jiwa baru diperbaiki, stakeholder terkait harus tanggap menyikapi persoalan ini," gugah legislator Partai Nasdem tersebut.

Jika memang kendalanya dana, ia meminta agar pemerintah mengoptimalkan kerja sama dengan perusahaan, terkait penggunakan program CSR. Sudah seharusnya, menurut dia, perusahaan peka dan membantu pembangunan jalan. Terlebih, dia menambahkan, selama ini perusahaan juga menggunakan jalan milik pemerintah. "Memang sudah sepantasnya dan selayaknya perusahaan membantu perbaikan jalan dan jembatan, apalagi lokasinya berada di sekitar perusahaan," pintanya.

Selain itu, ia juga meminta pihak UUPJ Provinsi untuk respons melihat kondisi jalan maupun jembatan, yang merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi. Kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang, ia juga berharap agar memiliki nyali dan peka terhadap kondisi infrastruktur yang ada saat ini.

"Bukan berarti kita menyuruh melanggar aturan. Jika memang pembangunan dilakukan untuk masyarakat banyak, kenapa harus takut sama aturan? Karena jalan dan jembatan memang merupakan nadi kehidupan masyarakat," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait