Setelah Karet dan Sawit Anjlok, Garap Apa Lagi

Setelah Karet dan Sawit Anjlok, Garap Apa Lagi

  Kamis, 24 March 2016 18:58
CANTIK: Pemandangan kawasan Danau Sentarum yang ditelusuri menggunakan sampan. Setelah karet dan sawit ambrol, pariwisata salah satu jawabannya. FOTO: ENJOY DANAU SENTARUM

Berita Terkait

Kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang memberlakukan persaingan ekonomi negara-negara di Asean. Kebijakan sudah berjalan sejak akhir tahun 2015 lalu. Untuk itu investasi dalam negeri di setiap daerah harus lebih meningkat.

Mustaan, Kapuas Hulu

MENGENAI investasi di daerah, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero SH mengatakan, Kapuas Hulu memang sedang mengalami penurunan harga pada komoditi Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit dan harga karet. Hal ini karena pengaruh ketetapan harga dunia.

“Penetapan harga dua komoditi ini secara global menurun, jadi harga di daerah juga ikut turun,” terang Anton, Rabu (23/3).

Menurut Anton Pamero, Kapuas Hulu tidak hanya bertumpu pada perkebunan sawit dan karet sebagai kekuatan investasi. Di kabupaten konservasi ini banyak peluang yang bisa mendongkrak perekonomian sebagai kekuatan menghadapi MEA.

“Investasi bukan hanya sawit, kan tidak semua wilayah ditanam sawit. Itu tidak terlalu berpengaruh untuk pengembangan kedepan,” ungkap Anton.

Politisi DPK PKPI ini mengatakan, untuk mendukung daya saing Indonesia di MEA, di bumi uncak kapuas masih ada peluang investasi lain. Tinggal bagaimana meningkatkan jumlah investor.

“Masih ada sektor wisata, ada juga lahan yang luas untuk ketahanan pangan. Kemudian sektor perikanan dan hasil hutan bukan kayu (madu) cukup menjanjikan dan bisa jadi peluang investasi,” kata Anton.

Dari komoditi madu saja, sambung Anton Pamero, Kapuas Hulu sangat potensial. Banyak permintaan dari luar daerah yang mulai masuk dan bisa dipenuhi masyarakat. Bahkan permintaan itu sangat besar, butuh pengembangan sektor madu agar mampu mencukupi permintaan investor. Hanya saja kualitas madu mesti dijaga, jangan dicampur dengan bahan apapun karena bisa mengurangi kualitas.

“Pembeli banyak mengeluh sulit mendapatkan madu asli,” ucapnya. Dikatakan Wabup, upaya pengembangan mesti didukung dari Pemerintah Pusat juga. Tidak hanya fokus pada sektor madu saja, tapi sektor-sektor lain juga mesti ditingkatkan seperti purik (kratom).

“Untuk mendung investasi infrastruktur harus dibenahi pemerintah, sehingga investasi mudah masuk daerah,” paparnya. (*)

Berita Terkait