Setahun Dua Kali

Setahun Dua Kali

  Sabtu, 2 April 2016 09:27
Fathul Bahri

Berita Terkait

PADI yang ditanam oleh petani di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, saat ini mulai dipanen. Bahkan, hasil panen pun mereka pun cukup memuaskan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Melihat hasil yang lumayan, petani di desa ini kemudian mencoba untuk kembali menanam padi dalam waktu dekat ini.

“Kita akan coba tanam lagi padi dalam waktu dekat, artinya setahun kita tanam dua kali. Sebab, hasil panen padi yang dibantu oleh Dinas Pertanian dan Perternakan (Distanak) Kabupaten Kayong Utara, hasilnya cukup bagus,” kata salah seorang petani Desa Simpang Tiga, Yani, ditemui, Jumat (1/4). Dikatakannya, padi yang telah dipanen mereka tersebut rencananya akan dijual kepada Distanak. Sebab, dia mengungkapkan, 1 kilogram gabah mereka dihargai Rp10 ribu. “Untuk gabah dibeli seharga Rp10 ribu perkilo. Dan kabarnya mereka perlu sebanyak 3 ribu ton,” kata Yani.

Harga gabah Rp10 ribu perkilogram tersebut, diakui dia, sangat pantas. Bahkan, dia mengungkapkan bagaimana petani seperti mereka sangat terbantu dengan harga tersebut. “Kalau harga gabah dibeli dengan harga demikian, ya kerja keras dan usaha kita menanam padi ini rasanya terbayar,” ucapnya.

Petani lainnya, Sueb, mengakui jika padi yang ditanam di areal pertanian di Dusun Siduk memang bagus. Hanya saja, dia menambahkan mengenai sedikit kendala yang membuat mereka kerepotan. Kendala yang dimaksud Sueb adalah hama berupa empangau. “Binatang ini (empangau, Red) cukup banyak dan senang memakan buah padi yang baru mulai keluar, sehingga isi padi menjadi kosong dan menyisakan kulitnya,” jelasnya.

Hama ini, diakui Sueb, sangat sulit diatasi. Bahkan, disemprot dengan racun yang dibeli mereka dari pasar juga tidak sanggup membasminya. “Cukup kebal, saya nyaris tiap hari menyemprot agar hama itu mati, namun sangat sulit dibunuh,” terangnya.

Sementara itu, sebelumnya, kepala Seksi (Kasi) Ketahanan Pangan Distanak Kabupaten Kayong Utara, Fathul Bahri, berharap agar bantuan yang diberikan kepada masyarakat, menjadikan mereka mampu bertani dengan memanfaatkan areal yang ada. Apalagi, diakui dia, di Desa Simpang Tiga terdapat lahan pertanian yang berpotensi untuk dimaksimalkan. “Kita memang mendorong masyarakat petani untuk memaksimalkan lahan, sehingga melalui pertanian dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” ucapnya. (dan)

Berita Terkait