Sesalkan Kerja Keras Kurang Dihargai

Sesalkan Kerja Keras Kurang Dihargai

  Rabu, 17 Agustus 2016 10:15
BERTANDANG : Sejumlah perwakilan pemadam kebakaran swasta bertandang ke Pontianak Post, kemarin (16/8). AGUS/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Pemadam Kebakaran Swasta Curhat ke Pontianak Post

PONTIANAK—Puluhan relawan Pemadam Kebakaran Swasta di Pontianak mendatangi Redaksi Pontianak Post, Selasa (16/8) siang. Selain mengutarakan kekecewaannya, mereka juga meminta agar relawan dihargai saat berjibaku di lapangan memadamkan api. 

Kekecewaan puluhan relawan pemadam kebakaran didasari oleh sebuah keterangan foto di Koran Pontianak Post, halaman 28 kolom Pro Kalbar edisi Selasa (16/8) kemarin. Dalam keterangan foto berita tersebut tidak dicantumkan relawan pemadam kebakaran swasta di Pontianak turut serta melakukan pemadaman. Padahal, dalam foto itu tampak relawan yang ikut berjibaku menjinakan api. 

“Kami kesal, bahkan teman-teman relawan sempat menyatakan sikap, kalau misalnya ada kebakaran lahan dan hutan, sudahlah tidak usah turun, sepakat. Pak Ateng jangan panggil kami lagi,” kata Ketua Forum Komunikasi Kebakaran, Ateng Tanjaya. 

Mendengar pernyataan itu dari sejumlah relawan menanggapi perihal foto tersebut, Ateng merasa tanggungjawab nama besar selama ini kerjasama dengan instansi terkait, sudah bagus. “Tapi menghadapi seperti ini, saya hampir menangis, sedih. Masuk pemadam itu penderitaan, korban waktu tenaga pikiran materi cukup. Yang paling berat itu, korban perasaan dan kadang korban jiwa,” ungkapnya. 

Tekad relawan kata Ateng, sudah bulat, tidak akan turun lantaran kerja kerasnya tidak dihargai setelah melihat captions foto pemadaman Karhutla, relawan tidak dicantumkan kerja kerasnya. Namun, Ateng menyampaikan, keputusan itu bisa kembali diralat. Apalagi, menjadi relawan merupakan tugas dan kewajiban antara manusia dan akan dipertanggungjawabkan nantinya. 

“Karena sudah menjadi tugas kemanusiaan dan merupakan panggilan hati relawan, apabila ada kasus Karhutla, mereka tetap turun,” katanya. 

Kebakaran lahan dan hutan itu sebut Ateng, sangat berat sekali, apalagi terjadi di tanah sepok. Upaya pemadaman seperti di semprot, hingga empat meter, sumber air tidak ada, belum lagi ditambah panas cuaca dan sesaknya pernasapan akibat asap. “Belum lagi kesulitan saat selang terbakar, dan ini memang berat sekali,” ungkapnya. 

Ateng juga mengutarakan, melihat foto di Koran, relawan merasa kesal dan terpukul lantara kerja kerasnya tidak dihargai, hingga menyatakan sikap tidak akan turun apabila ada Karhutla. Dikatakan pula, tugas relawan pemadam kebakaran Tupoksinya sangat berat. 

“Mereka  (relawan red) tidak perlu pujian. Tapi hormati pengorbanannya. Relawan itu sampai tinggalkan keluarga. Pemadam swasta itu relawan yang tidak digaji apapun, tidak mengenal waktu dan tempat. Begitu isyarat memanggil, mereka langsung turun. Masa mereka bekerja kok diklaim milik orang lain , mereka marah, tapi saya berusaha meredam. Bahwa mereka bertanggungjawab kepada manusia, tapi juga kepada tuhan sesuai amal ibadahnya,” tegasnya. 

Persoalan captions foto yang diterbitkan Pontianak Post diakui sempat membuat relawan merasa tidak dihargai atas kerja kerasnya hingga menyatakan sikap tidak akan turun apabila terjadi Karhutla. Akan tetapi, Ateng Tanjaya berusaha mengambil jalan tengah atas kejadian ini. 

“Mari sama-sama ambil hikmah dari kejadian ini. Bagaimanapun, Karhutla membantu tugas pemerintah karena akibat karhutla asap itu, menyengsarakan masyarakat. Atas nama tuhan kalau ada kebakaran hutan dan lahan, relawan akan turun. Cuma tolong, bagaimanapun, bahwa masalah ini, ya supaya bagaimana agar manusiawi lah, mereka bisa mendapatkan apresiasilah. Jangan mereka bekerja setengah mati, tapi tidak dihargai jasanya. Jangan mereka sudah berkorban waktu, tenaga pikiran materi belum cukup, ditambah lagi korban perasaan. Korban perasaan ini yang sangat berat. Karena mereka bekerja seakan-akan dipandang sebelah mata,” ungkapnya. 

Dia juga berpesan kepada masyarakat, bahwasanya ketika terjadi masalah kebakaran, bukan tugas dan tanggungjawab petugas pemadam kebakaran semata. Tapi, ada tanggungjawab bersama. (gus)

Berita Terkait