Sertifikat Eliminasi Malaria

Sertifikat Eliminasi Malaria

  Senin, 30 November 2015 10:56
PENGHARGAAN: Bupati Ria Norsan menunjukkan sertifikat eliminasi malaria dari Menkes RI. ISTIMEWA

Berita Terkait

MEMPAWAH- Komitmen dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Mempawah memberantas penyebaran penyakit malaria, diganjar penghargaan dari pemerintah pusat. Jumat (27/11) malam di Hotel Bidakara Jakarta, Bupati Ria Norsan menerima sertifikat eliminasi malaria yang diserahkan langsung Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek Sp.M.

 

Selain Pemerintah Kabupaten Mempawah, penghargaan sertifikat eliminasi malaria juga diberikan Kementerian Kesehatan kepada 18 kabupaten dan kota lainnya di Indonesia. Namun, untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat, hanya Kabupaten Mempawah yang mendapatkan penghargaan tersebut. Dari data kementerian kesehatan, pada tahun 2015 ini terdapat 19 kabupaten dan kota yang masuk tahap eliminasi malaria. Dengan tambahan jumlah itu maka terdapat 232 kabupaten dan kota dengan 186 juta atau

74 persen penduduk yang mencapai tahap eliminasi malaria. Karenanya, pemerintah pusat memberikan penghargaan untuk memotivasi pemerintah daerah agar memerangi kasus malaria di daerahnya masing-masing. “Alhamdulillah, pemerintah pusat melihat keseriusan dan komitmen kita dalam memerangi penyebaran penyakit malaria yang kerap menghantui masyarakat. Insha allah, penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi kita semua untuk  terus bekerja keras meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat,” tegas Bupati, Ria Norsan.

Bupati menilai pemberantasan terhadap penyakit malaria memerlukan kerjasama dan komtimen seluruh pihak mulai dari pemerintah hingga masyarakat itu sendiri. Artinya dalam upaya pemberantasan malaria, pemerintah melalui program kerja yang terukur dan tepat sasaran.“Nah, untuk mengaplikasikan program pemerintah tersebut maka diperlukan kerjasama dan keseriusan dari masyarakat. Misalnya program penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), tidak akan berjalan baik tanpa adanya kesadaran masyarakat untuk merubah pola hidupnya sendiri,” tuturnya.

Karenanya, Norsan mengatakan pihaknya terus mendorong agar masyarakat selalu mengedepankan konsep PHBS dalam praktek kehidupannya sehari-hari. Sebab, dengan penerapan PHBS maka masyarakat akan semakin sehat dan jauh dari ancaman virus penyakit.“Apalagi saat ini kita sedang menghadapi musim penghujan, sehingga potensi serangan penyakit sangat potensial. Untuk itu, sejak dini mari kita ciptakan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan penerapan PHBS dengan baik dan benar,” himbaunya mengakhiri.(wah)

 

 

Berita Terkait