Serena Tumbang di Babak 16 Besar

Serena Tumbang di Babak 16 Besar

  Rabu, 30 March 2016 09:13
Serena Williams

Berita Terkait

KEY BISCANE – Sekitar 20 menit setelah tumbang di babak 16 besar Miami Open kemarin, Serena Williams sudah berada di area parkir Tennis Center at Crandon Park. Dia bergegas menuju mobil Mini Cooper putih miliknya. Kakinya menginjak gas dalam-dalam, buru-buru meninggalkan lokasi tersebut.

Wajahnya masih tampak jelas menunjukkan kekecewaan. Gagal lolos ke delapan besar menutup peluangnya merebut trofi keempat berturut-turut di Miami Open. Sekaligus gelar kesembilannya di turnamen berkategori Masters 1000 itu. ’’Aku sudah berusaha sebaik mungkin,’’ ucap Serena pahit, seperti dilansir Associated Press.

Petenis nomor satu dunia itu dini hari kemarin secara mengejutkan dihabisi petenis Rusia Svetlana Kuznetsova 6-7(3), 6-1, 6-2. Itu artinya, 20 kemenangan berturut-turut Serena di Miami Open juga telah berakhir.

’’Aku tidak bisa menang di setiap pertandingan,’’ tandas Serena. ’’Aku melawan pemain-pemain itu seperti belum pernah bermain tenis seumur hidupku. Aku harus mengeluarkan tenaga 300 persen setiap hari,’’ tambahnya. 

Tumbang di babak 16 besar Miami Open adalah raihan terburuk Serena sejak 2000. Saat itu dia juga tumbang di babak yang sama oleh rekan senegaranya Jennifer Capriati.

Hasil kemarin juga menjadi kekalahan ketiga Sang Ratu—sebutan Serena—musim ini. Baru tiga bulan, rekornya kini sudah 13-3. Jika dibandingkan dengan musim lalu, ini jelas bukan kabar baik. Tiga kali kalah itu sama dengan rekor kekalahannya sepanjang 2015. Serena musim lalu membukukan rekor 53-3 sampai akhir musim. 

’’Benar-benar mengecewakan. Tapi aku sudah menang banyak di sini. Jadi it’s okay,’’ kata Serena.

Petenis 34 tahun itu memang masih bertahan di peringkat satu. Namun, pemilik 21 gelar grand slam itu sudah puasa gelar cukup lama. Terakhir kali Serena mengangkat trofi adalah di ajang Cincinnati Masters pada Agustus silam.

’’Dia (Serena) tetap nomor satu. Dan tetap bermain dengan luar biasa,’’ ucap Kuznetsova. ’’Tidak ada alasan tepat untuk membuatnya dalam kondisi depresi,’’ tambah petenis 30 tahun yang kini menduduki ranking 19 dunia tersebut.

Murray Horor 
Di sektor putra, unggulan kedua Andy Murray juga tersingkir. Petenis Britania Raya itu gagal melaju ke 16 besar setelah kandas di tangan Grigor Dimitrov 7-6 (1), 4-6, 3-6. Di laga itu Murray banjir kesalahan. Dia ,e,nililam 55 unforced error! 

’’Aku membuat lebih banyak kesalahan kali ini. Tidak seperti biasanya. Terlebih di set ketiga,’’ ucap petenis nomor dua dunia itu. Pada set penentuan itu, Murray Dimitrov mematahkan servisnya tiga kali beruntun. 

’’Grigor memang tampil sangat bagus. Tapi dari aku sendiri, kehilangan tiga servis secara berturut-turut dari posisi yang sama itu benar-benar sangat mengecewakan,’’ ungkapnya kesal. Seperti biasa, Murray sempat membanting raketnya sampai penyok. Itu terjadi ketika dirinya tertinggal 0-4 dari Dimitrov di set kedua. 

Setelah kalah, Murray juga direpotkan oleh spekulasi bahwa dirinya bertengkar dengan sang pelatih, Amelie Mauresmo. Saat dia bertanding, mantan bintang Prancis itu menyaksikan dari sisi tribun yang berbeda. Tidak bersama keluarga Murray di player’s box. 

Murray menegaskan, Mauresmo duduk di tempat lain untuk mencegahnya mengalami tantrum. Jika Mauresmo berada di dekatnya, Murray sering terdorong untuk bersikap emosional. Seperti yang sering dilakukannya, membanting raket. 

’’Aku cuma mencari cara lain untuk meningkatkan foskusku di lapangan,’’ kata Murray kepada Daily Mail. ’’Aku juga melakukannya di O2 Arena (saat Davis Cup). Aku ingin tahu apakah cara itu (menjauhkan Mauresmo darinya) cukup membantu. Kalian harus tahu, kalau aku bertengkar dengan pelatih, dia tidak akan ada di sini,’’ paparnya. (irr/na)

Berita Terkait